Bupati Tangerang, 51 Rumah Layak Huni Dibangun di Tanjung Kait

Share

Kabupaten Tangerang, Channelsatu.com – Bupati Tangerang H. Moch Maesyal Rasyid secara simbolis melakukan peletakan batu pertama pembangunan 51 unit rumah layak huni di Desa Tanjung Kait, Kecamatan Mauk. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Habitat for Humanity Indonesia dan Prudential Indonesia yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan keluarga prasejahtera. Kegiatan ini menandai langkah nyata sinergitas antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan hunian yang bermartabat.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menyampaikan apresiasinya atas komitmen berbagai pihak dalam mendorong transformasi kawasan pesisir menjadi wilayah yang lebih tertata dan layak huni. “Pembangunan rumah bukan hanya soal infrastruktur fisik, tapi juga mencerminkan pembangunan harapan dan masa depan warga”, kata Maesyal Rasyid. Ia menegaskan bahwa program ini menjadi bagian awal dari penataan kawasan pesisir secara menyeluruh.

Pembangunan rumah layak huni di Tanjung Kait tidak akan berdiri sendiri. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan rencana lanjutan berupa pembangunan infrastruktur dasar seperti penerangan jalan, sanitasi, akses air bersih, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan. “Dengan fasilitas yang terintegrasi, kawasan ini diharapkan menjadi contoh pemukiman pesisir modern yang mandiri dan berdaya”, tambahnya.

- Advertisement -

Lebih dari sekadar tempat tinggal, rumah-rumah ini diharapkan menjadi pusat kegiatan keluarga yang produktif. Bupati juga mendorong agar ke depan terdapat sentra ekonomi lokal berbasis potensi kelautan seperti kerupuk ikan, otak-otak, dan berbagai olahan hasil laut lainnya. Dengan pendekatan komprehensif, pembangunan ini diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Bupati Maesyal menekankan bahwa peran serta masyarakat sangat penting dalam memastikan keberhasilan program ini. Melalui pendekatan partisipatif dan gotong royong, pemerintah ingin menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap lingkungan tempat tinggal. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat kolaborasi demi terciptanya kehidupan pesisir yang lebih sejahtera.

Sementara itu, Erwin Sulaksono dari Habitat for Humanity Indonesia menyampaikan bahwa total sebanyak 110 unit rumah akan dibangun secara bertahap. Masing-masing rumah berukuran 30 meter persegi, terdiri dari dua kamar tidur, ruang keluarga, dan dapur. Proses pembangunan melibatkan partisipasi aktif warga, guna memperkuat keterikatan sosial dalam komunitas.

Sejak beberapa tahun terakhir, Habitat for Humanity telah membangun lebih dari 1.300 unit rumah di Kecamatan Mauk, termasuk penguatan infrastruktur tanggul dan dermaga kapal. Erwin menyebut Tanjung Kait memiliki potensi besar sebagai kawasan wisata bahari yang dapat berkembang seiring perbaikan tata hunian dan infrastruktur. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan cita-cita ini.

- Advertisement -

Melalui sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, pembangunan rumah layak huni di pesisir Tangerang menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi bisa mengubah wajah daerah yang selama ini termarginalkan. Lebih dari bangunan fisik, proyek ini adalah langkah strategis menuju kehidupan yang lebih sehat, aman, dan sejahtera bagi warga pesisir. ich

Read more

NEWS