Pandeglang, Channelsatu.com – Program Corporate Social Responsibility (CSR) pendidikan Bogasari Mengajar kini merambah hingga ke Kabupaten Pandeglang, Banten. Selama tiga hari, kegiatan ini digelar di SMKN 2 Pandeglang, sekolah dengan jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Program ini menjadi langkah strategis PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari Flour Mills dalam mendukung Teaching Factory (TEFA) bakeri yang dijalankan sekolah tersebut mulai tahun 2025.
Sebagai produsen tepung terigu yang menjadi bahan utama produk bakeri, Bogasari hadir untuk memperkuat kompetensi siswa dan guru agar mampu menciptakan produk dengan nilai jual tinggi. Kepala Sekolah SMKN 2 Pandeglang, Ade Firdaus, menilai program ini menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan sekaligus membuka peluang pasar baru. Ia berharap kerja sama ini dapat membawa produk bakeri buatan siswa keluar dari lingkup sekolah dan dikenal lebih luas oleh masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada 22–24 Oktober 2025 ini melibatkan 70 siswa dan guru jurusan APHP. Hari pertama diisi dengan teori seputar pengolahan tepung, proses penggilingan gandum, hingga strategi pemasaran produk bakeri. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan siswa terkait penyebab kegagalan produk hingga cara menentukan harga jual yang ideal.
Vice President Human Resources Divisi Bogasari, Anwar, menjelaskan bahwa Bogasari Mengajar tidak hanya fokus pada praktik membuat roti, tetapi juga memberikan pemahaman menyeluruh tentang prinsip pengolahan tepung terigu yang benar. Siswa dibekali ilmu perhitungan keuntungan, manajemen bahan baku, hingga tips menjaga kualitas produk agar tetap konsisten di pasaran.

Selama tiga hari pelatihan, Chef Irfan Indrayana memperkenalkan enam resep unggulan, antara lain Roti Taiwan, Mini Pizza, Fruity Bomboloni, Donut, Pandan Chiffon Cake, dan Black Forest. Pemilihan resep tersebut disesuaikan dengan tren pasar dan kemampuan produksi siswa. Produk-produk ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai usaha kecil menengah berbasis sekolah.
Pandeglang menjadi wilayah terjauh di Banten yang disasar program Bogasari Mengajar. Dari 103 SMK yang ada, hanya empat yang memiliki jurusan kuliner atau APHP, dengan SMKN 2 sebagai yang terbesar dan terlengkap. Dengan luas lahan delapan hektar dan jumlah siswa mencapai 1.900 orang, sekolah ini menjadi pusat pengembangan pendidikan vokasi di wilayah selatan Banten.

Menurut Anwar, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari komitmen Bogasari yang akan genap berusia 54 tahun pada November mendatang untuk terus tumbuh bersama dunia pendidikan. Dukungan terhadap SMK diarahkan agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha mandiri di bidang pangan dan bakeri.
Bogasari juga membuka peluang kerja sama lanjutan berupa magang, pelatihan di Bogasari Baking Center (BBC), hingga penelitian mahasiswa. Program CSR ini menjadi bukti nyata bahwa industri pangan dapat berperan langsung dalam peningkatan mutu pendidikan kejuruan, terutama dalam bidang pengolahan tepung terigu dan inovasi kuliner. ich
