Jakarta, Channelsatu.com – Di tengah ketatnya persaingan industri fesyen lokal, hadir satu nama baru yang mulai mencuri perhatian: BLIZER. Brand sepatu perempuan lokal ini dibangun dari semangat dan mimpi besar seorang pemuda bernama Aditya Permana Hidayat. Memulai bisnis di usia 24 tahun, Aditya mendirikan BLIZER sebagai wujud nyata keinginannya menghadirkan produk sepatu wanita lokal yang berkualitas, relevan, dan terjangkau. Setelah setahun berdiri, ia menggandeng Shopee sebagai kanal distribusi utama. Hasilnya, omzet BLIZER melonjak drastis hanya dalam beberapa bulan.
BLIZER hadir bukan dari modal besar atau strategi bisnis canggih. Sebaliknya, semuanya berawal dari bengkel sepatu rumahan yang digerakkan oleh keluarga. “Saya memulai BLIZER dengan modal terbatas dan banyak keraguan dari sekitar. Tapi saya percaya kualitas dan konsistensi adalah kunci. Shopee membantu kami memperluas jangkauan dan memasarkan produk lebih efisien. Sekarang, 100 persen penjualan BLIZER datang dari Shopee,” ujar Aditya. Dalam rangkaian program Shopee “Sukses Berkarya Sebelum 30”, kisah BLIZER jadi salah satu contoh sukses UMKM sepatu Indonesia yang bertumbuh berkat ekosistem digital.
Transformasi besar BLIZER dimulai ketika Aditya berani mengubah strategi. Ia awalnya hanya memproduksi sandal mules wanita, tapi penjualannya stagnan. Melalui riset pasar dan tren, Aditya menemukan peluang besar di segmen sepatu heels wanita. Maka lahirlah ZER NISA, heels lokal 5 cm dengan slingback pita dan desain kekinian. Produk ini langsung mendapat sambutan luar biasa saat diluncurkan November 2024. “Produk ZER NISA menjadi titik balik. Responsnya luar biasa. Kami sampai menambah bengkel dari satu jadi lima dan membuka banyak lapangan kerja baru,” ungkapnya.
Kesuksesan ZER NISA menandai momen penting dalam perjalanan BLIZER. Tak hanya membuktikan kemampuan produk lokal untuk bersaing di pasar digital, tapi juga menjadi cermin betapa pentingnya membaca pasar dan berinovasi. “Kami tidak ingin hanya menjual sepatu, tapi juga kenyamanan dan rasa percaya diri bagi perempuan Indonesia,” kata Aditya. Kekuatan BLIZER ada pada kualitas hak sepatu yang stabil, bahan empuk, dan desain yang fashionable namun fungsional.
Bergabung dengan Shopee sejak Juli 2024 mempercepat pertumbuhan BLIZER. Platform e-commerce ini memberikan berbagai fitur dan kampanye yang meningkatkan eksposur produk UMKM. Shopee Live, Shopee Video, dan program Shopee Pilih Lokal menjadi kanal interaktif untuk menjangkau konsumen lebih luas. “Rata-rata pesanan kami meningkat 90 persen dalam tiga bulan. Shopee membuka ruang yang sangat besar bagi kami untuk berkembang,” jelas Aditya. Kampanye Big Ramadan Sale bahkan membuat penjualan BLIZER melesat hingga 84 persen dari hari biasa.
Ke depan, Aditya berencana membangun ruang khusus untuk sesi Shopee Live agar interaksi dengan pelanggan bisa lebih intens dan berkelanjutan. Ia ingin membangun loyalitas melalui komunikasi langsung dan promosi yang lebih kreatif. “Shopee Live bukan sekadar jualan, tapi momen untuk menjelaskan nilai produk dan menunjukkan siapa kami. Konsumen sekarang ingin tahu siapa yang mereka dukung,” kata Aditya dengan percaya diri.
Di balik semua pencapaian itu, Aditya tetap rendah hati. Ia tidak menyebut dirinya pengusaha sukses, melainkan seorang pembelajar yang konsisten. Baginya, UMKM adalah soal kerja keras, pengelolaan keuangan yang disiplin, dan keberanian untuk terus beradaptasi. “Bisnis itu bukan soal cepat untung, tapi soal membangun kepercayaan. Saya belajar dari kesalahan, dari istri, dari keluarga, dan dari proses,” tutur Aditya.
Kepada anak muda yang ingin membangun bisnis, Aditya berpesan untuk tidak menunggu sempurna. “Mulailah dari yang kecil, tapi lakukan dengan serius. Jangan gengsi belajar. Bisnis itu bukan soal instan, tapi soal ketekunan dan kualitas. Kalau kita konsisten dan jujur dengan produk kita, pasar pasti datang,” pungkas Aditya. Dari bengkel kecil di 2023, kini BLIZER bersiap menapaki masa depan lebih besar sebagai UMKM sepatu lokal yang menginspirasi. ich
