Dance For All 2, Tarian Indah yang Ilustrasikan Eksistensi Perempuan dan Budak Korporat

Share

Channelsatu.com, Jakarta – Dance For All 2 menampilkan tarian indah yang salah satunya mengilustrasikan tentang perempuan dan budak korporat. Pertunjukan tari bertajuk Dance For All 2 digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jakarta Pusat, Sabtu, 11 Juli 2026.

Penari, Pemeran, dan penyanyi Indonesia dari EKI Dance Company, Nala Amrytha menjelaskan, dalam pertunjukan kali ini pihaknya menampilkan tiga tarian yang memiliki warna dan makna berbeda.

“Dalam Dance for All yang kedua ini, saya menampilkan Corporate Jam yang mengangkat persoalan ‘budak korporat’ serta Manohara yang terinspirasi dari ular dan racunnya,” kata Nala Amrytha dalam keterangan pers kepada Channelsatu.com, Minggu (12/7/2026).

- Advertisement -

“Saya berharap kedua karya ini dapat mengajak penonton melihat kompleksitas kehidupan dari sudut pandang yang berbeda,” ucap Nala.

Dance For All 2
Pertunjukan tari bertajuk Dance For All 2 digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jakarta Pusat, Sabtu, 11 Juli 2026. Foto dok

Baca juga: Ksatria Fest 3.0, Kreativitas Generasi Muda Indonesia Melawan Tantangan Zaman di Sektor Budaya

Ara Ajisiwi yang merupakan pemeran sekaligus penari di EKI Dance Company menambahkan, pihaknya juga membawakan tarian berjudul Rein. Kata Ara, tarian ini memotret perempuan yang memiliki luka dan penderitaan yang berbeda-beda, namun menemukan kekuatan melalui solidaritas.

“Tarian ini menyiratkan pesan bahwa perempuan dapat bangkit dan menentukan arah hidupnya ketika saling mendukung dan berjalan berdampingan,” tegas Ara Ajisiwi.

- Advertisement -

Untuk diketahui, Cicilia Ballet School (CBS) menjadi penyelenggara dari perhelatan pertunjukan tari tersebut dengan bersinergi antara CBS, EKI Dance Company, Ballet Manila dari Filipina, dan Etoile Dance Centre.

Dance For All 2
Pertunjukan tari bertajuk Dance For All 2 digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jakarta Pusat, Sabtu, 11 Juli 2026. Foto dok

Baca juga: Momentum Hari Kartini, Laurier Ajak Masyarakat Bangun Empati terhadap Perempuan Saat Menstruasi

Ade Setiowibowo selaku pendiri juga pengajar dan koreografer di CBS menyatakan, pertunjukan tari ini memberikan karya gerakan yang apik dan mempunyai jalan cerita tersendiri. “Tarian-tarian indah dibawakan dengan profesional dan teknik yang tinggi,” ujar Ade.

Lalu beberapa tari oleh CBS dan Ballet Manilla bergantian tampil dan ditutup dengan sebuah tarian berjudul Underwater from the Pharaoh’s Daughter yang dibawakan penari dari tiga grup, yaitu CBS, EKI, dan Ballet Manilla dari koreografi Marinus Petipa yang dikreasikan ulang oleh Ade Setiowibowo.

Ballet Manila juga menampilkan tarian Sleeping Beauty Pas de Deux yang ditarikan oleh Soloist Ballet Manila, Shamira Drapete dan Jos David Andes. Ade sangat berharap pertunjukan ini dapat dinikmati masyarakat luas, khususnya penggemar tari Balet.

“Semoga meninggalkan kesan di hati penonton,” tutup Ade. (M Fajardin)

Redaksihttps://channelsatu.com/
News and Entertainment

Read more

NEWS