Bekasi Belum Terapkan Jam Sekolah 06.30, Ini Alasan Wali Kotanya

Share

Kota Bekasi, Channelsatu.com – Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menerapkan jam masuk sekolah pukul 06.30 menuai berbagai respons. Salah satunya datang dari Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang memilih untuk belum menerapkan kebijakan tersebut dalam waktu dekat.

Dalam keterangannya, Tri menekankan bahwa kondisi kota Bekasi berbeda dengan daerah lain, terutama dalam hal mobilitas warga dan kesiapan sarana transportasi publik. Karena itu, pihaknya masih melakukan kajian mendalam sebelum memutuskan untuk mengikuti kebijakan itu.

“Kami sedang melakukan telaah, mendengar suara orang tua, tokoh masyarakat, serta para penggerak pendidikan. Semuanya harus diperhitungkan secara matang,” ujar Tri Adhianto.

- Advertisement -

Menurutnya, di pagi hari, pola pergerakan masyarakat Bekasi sangat padat. Banyak warga yang berangkat kerja ke Jakarta atau ke wilayah Kabupaten Bekasi, sehingga jika jam sekolah dimajukan ke pukul 06.30, dikhawatirkan akan memperparah kemacetan.

“Kalau waktu masuk sekolah bertabrakan dengan jam sibuk pekerja, lalu lintas bisa lumpuh. Anak-anak bisa terlambat, dan orang tua akan kesulitan,” jelasnya.

Tri juga menyoroti persoalan transportasi umum di Bekasi yang belum menjangkau banyak kawasan padat penduduk. Akibatnya, sebagian besar siswa masih harus menggunakan kendaraan pribadi atau diantar orang tua.

“Transportasi umum belum menyentuh area-area perumahan padat. Kalau dipaksakan, beban justru bertambah bagi keluarga,” tambahnya.

- Advertisement -

Sebagai solusi jangka menengah, Pemerintah Kota Bekasi kini berfokus pada penguatan sistem zonasi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Harapannya, anak-anak bisa bersekolah di lokasi yang lebih dekat dari rumah, tanpa harus menempuh jarak jauh di tengah kepadatan lalu lintas.

Pernyataan Tri Adhianto mencerminkan sikap kehati-hatian dan pendekatan berbasis kondisi lokal. Meskipun wacana jam sekolah pukul 06.30 banyak mendapat perhatian, Wali Kota Bekasi memilih menempatkan kebutuhan siswa dan kenyamanan orang tua sebagai prioritas utama. ich

Read more

NEWS