Surabaya, Channelsatu.com – Komitmen dunia industri terhadap pendidikan kembali ditunjukkan lewat penandatanganan MoU antara Bogasari dan SMKN 3 Kediri pada Kamis (2/10/2025) di Pabrik Bogasari Surabaya. Kerja sama ini menjadi babak baru setelah suksesnya program Bogasari Mengajar di SMKN 3 Probolinggo, sekaligus wujud nyata bahwa dunia bisnis dan pendidikan bisa saling melengkapi dalam mencetak generasi kreatif.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Vice President Operations Bogasari Surabaya, Adi Witono, dan Kepala Sekolah SMKN 3 Kediri, Salam Supriyanto, dengan masa berlaku satu tahun mulai 1 Oktober 2025 hingga 30 September 2026. Bagi Bogasari, momen ini bukan hanya seremoni, melainkan investasi sosial dalam bentuk transfer ilmu industri kuliner kepada generasi muda.

Adi Witono menegaskan bahwa Bogasari tidak hanya dikenal sebagai produsen tepung terigu terbesar di Indonesia, tetapi juga perusahaan yang ingin menghadirkan dampak sosial nyata. Ia menyebutkan, pengalaman industri yang sudah memasuki era 4.0 perlu dibagikan kepada siswa agar kompetensi mereka semakin relevan dengan kebutuhan zaman.
Sebagai bagian dari acara, 20 siswa jurusan kuliner kelas XI bersama sembilan guru pendamping turut diajak melihat langsung proses produksi tepung di pabrik, dari pengadaan gandum di Jetty hingga penyimpanan di Silo. Mereka juga berkesempatan mengikuti cooking class di Bogasari Baking Center (BBC) dengan resep Lemon Cheese Cotton Roll Cake, dibimbing tiga baker profesional.

Kepala Sekolah SMKN 3 Kediri, Salam Supriyanto, menyebut kerja sama ini sangat penting karena sekolahnya baru saja ditetapkan pemerintah sebagai Teaching Factory. Kolaborasi dengan industri sebesar Bogasari diharapkan bisa menjadi role model bagi sekolah kejuruan lain yang sedang bertransformasi dalam kurikulum berbasis praktik nyata.
Tak hanya untuk siswa, kerja sama juga memberi kesempatan bagi guru mengikuti program magang dan guest lecture dari praktisi industri bakery. Hal ini menjadi peluang re-upskilling sekaligus mendorong penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha, sebuah hal yang selama ini menjadi tantangan SMK di Indonesia.

Sebagai tambahan, SMKN 3 Kediri memiliki 420 siswa di jurusan kuliner, jumlah terbanyak dibanding jurusan kecantikan, busana, dan desain komunikasi visual. Potensi besar ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil membuat produk kuliner, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha dan soft skill yang mumpuni.
Lebih jauh, kerja sama ini juga diharapkan mendukung kiprah sekolah yang sudah dipercaya memasok makanan untuk program gizi anak stunting di Kediri. Dengan dukungan Bogasari, sekolah ini diyakini akan semakin berkembang, menggabungkan kreativitas, teknologi, dan inovasi industri kuliner ke dalam dunia pendidikan. ich
