Tangsel, Channelsatu.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengimplementasikan solusi konkret untuk mengurai kemacetan di kawasan Stasiun Rawa Buntu, Kecamatan Serpong. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), sistem rekayasa lalu lintas dirancang untuk diterapkan secara bertahap, dimulai dari pemetaan zona padat kendaraan dan simulasi jalur bebas hambatan pada jam sibuk.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, turun langsung ke lapangan guna meninjau lokasi rekayasa bersama Dishub dan perwakilan warga dari kawasan De Latinos. PHal ini menandai dimulainya langkah-langkah teknis yang ditargetkan untuk menyelesaikan persoalan lalu lintas yang telah lama dikeluhkan warga.
Pilar menegaskan bahwa rekayasa akan dilakukan saat peak hour dengan mensterilkan satu lajur jalan di depan stasiun. Tujuannya adalah untuk menghindari crossing kendaraan, parkir liar, serta aktivitas ngetem angkutan umum yang selama ini memperparah kemacetan. “Dinas Perhubungan akan segera melakukan simulasi dan uji coba, agar ke depan lalu lintas depan stasiun tidak lagi macet dengan adanya angkutan umum dan kendaraan yang ngetem atau parkir sembarangan secara permen,” ujarnya.
Selama ini, kondisi lalu lintas di sekitar stasiun semakin padat, terutama di pagi dan sore hari ketika pergerakan masyarakat mencapai titik tertinggi. Menurut Pilar, banyak kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang berhenti sembarangan untuk menurunkan penumpang, sehingga memicu penumpukan kendaraan dan menurunkan kenyamanan pengguna jalan.
Sterilisasi lajur akan dilakukan dengan pemasangan cone, barrier, serta penjagaan dari petugas Dishub. Ini merupakan bagian dari skema penataan kawasan transit dan mendukung pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Tangsel. Modeling dan evaluasi uji coba akan dilakukan secara menyeluruh untuk menilai efektivitas rekayasa tersebut.
“Kita cek dulu ya, ini kan belum permanen, tapi kita cek efektivitasnya ya, trial and error. Kita coba dulu, nanti kalau misalkan ternyata ampuh, ya kita lanjutkan sambil kita mitigasi risiko yang lainnya seperti itu,” jelas Pilar.
Pemkot Tangsel juga menggandeng Kementerian PUPR dan pihak KAI untuk melakukan pengaturan titik naik-turun penumpang angkutan umum. Salah satu skema yang disiapkan adalah pengalihan seluruh moda transportasi ke kawasan Mahata Rawa Buntu agar tidak terjadi penumpukan di jalur utama depan stasiun.
Langkah strategis ini juga merupakan respons atas aspirasi warga yang selama ini terdampak kemacetan. Penataan kawasan Stasiun Rawa Buntu kini menjadi prioritas Pemkot Tangsel sebagai bagian dari transformasi sistem transportasi publik yang terintegrasi dan ramah lingkungan. ich
