Penang, Channelsatu.com – Dalam langkah strategis memperkuat jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara, Universitas Terbuka (UT) Medan melakukan kunjungan resmi ke Open University Malaysia (OUM) Penang. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua perguruan tinggi terbuka untuk mempererat kerja sama lintas negara dalam pengembangan sistem pendidikan jarak jauh berbasis digital.
Rombongan UT Medan dipimpin langsung oleh Yasir Riady, Direktur UT Medan, yang hadir bersama dosen, staf akademik, dan perwakilan mahasiswa dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) UT Penang. Mereka disambut hangat oleh Norhayati Razali, Director of OUM Penang Learning Center, beserta jajaran akademik OUM. Kunjungan ini bukan sekadar forum seremonial, melainkan wujud komitmen bersama untuk membangun kolaborasi nyata di era globalisasi pendidikan.
Dalam sambutannya, Yasir Riady menegaskan bahwa kemitraan UT dan OUM adalah langkah konkret menuju integrasi pendidikan tinggi Asia Tenggara. Ia menilai, sistem pembelajaran terbuka kini menjadi jembatan efektif dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat lintas negara. “UT dan OUM memiliki kesamaan misi: membuka kesempatan belajar tanpa batas. Kami ingin kolaborasi ini melahirkan inovasi pembelajaran digital, riset bersama, serta pertukaran akademik yang berkelanjutan,” ujarnya.
Yasir juga memberikan apresiasi terhadap kiprah panjang OUM yang berhasil memposisikan diri sebagai pelopor open and distance learning (ODL) di Malaysia. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi sumber inspirasi bagi UT dalam mengembangkan sistem pendidikan yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman. “Pendidikan terbuka bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang keberanian memberi kesempatan kepada siapa pun untuk berkembang,” tambahnya.
Sementara itu, Norhayati Razali menyambut positif kolaborasi lintas negara ini. Ia menilai kerja sama antara UT Medan dan OUM Penang akan memperkuat ekosistem pendidikan regional yang berfokus pada kualitas dan pemerataan. “Kami melihat banyak potensi untuk dikembangkan, mulai dari riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga program pelatihan digital. Dunia pendidikan saat ini menuntut sinergi, bukan kompetisi,” ungkap Norhayati.
Selain diskusi akademik, pertemuan tersebut juga membahas rencana pengembangan joint research dan community service di bidang transformasi digital pendidikan. Kedua pihak sepakat untuk menjajaki berbagai inisiatif kolaboratif, termasuk pelatihan pengajar berbasis teknologi dan penguatan kapasitas mahasiswa di bidang riset dan inovasi.
Pertemuan ini diakhiri dengan sesi foto bersama di halaman kampus OUM Penang sebagai simbol komitmen kedua universitas dalam membangun sinergi jangka panjang. Momen tersebut mencerminkan hubungan erat antara Indonesia dan Malaysia yang semakin kokoh melalui kolaborasi akademik yang saling menguatkan.
Langkah UT Medan dan OUM Penang ini menandai babak baru dalam upaya memperkuat pendidikan jarak jauh di Asia Tenggara, menghadirkan peluang besar bagi inovasi, riset, dan pertukaran budaya akademik di era digital yang semakin tanpa batas. ich
