Channelsatu.com, Tangerang, 5 Agustus 2026 l – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berpartisipasi dalam GIIAS 2026 melalui sesi talkshow bertajuk “From Ownership to Connected Mobility”, berkolaborasi dengan KINTO Indonesia — layanan berlangganan kendaraan dari PT p (TAF).
Forum ini menghadirkan pandangan mendalam tentang masa depan mobilitas perkotaan yang semakin mengutamakan konektivitas, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Transjakarta: Dari BRT Menuju Platform Mobilitas Terintegrasi
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan transformasi yang sedang berjalan. “Masa depan mobilitas adalah tentang bagaimana masyarakat memperoleh akses terhadap transportasi yang aman, nyaman, efisien, terjangkau, dan terintegrasi. Untuk mewujudkannya diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, operator transportasi publik, industri otomotif, perusahaan pembiayaan, serta penyedia teknologi.
Transjakarta kini melayani sekitar 1,5 juta pelanggan setiap hari lewat lebih dari 4.620 armada dan 236 rute, menjangkau 92,4% populasi Jakarta dan sekitarnya.
Evolusi ini didorong pengembangan aplikasi TJ: Transjakarta, sistem operasional Syntra, serta integrasi data perjalanan secara waktu nyata agar perpindahan antarmoda semakin mulus.
Konsep “Urban Multimodal Transport” mengintegrasikan bus, MRT, LRT, dan Commuter Line ke dalam satu sistem dengan angkutan massal sebagai tulang punggung.
Melalui kerangka Circle of Transjakarta Integration System, Transjakarta berperan sebagai simpul penghubung yang menyatukan berbagai moda perjalanan.
Termasuk pula pendekatan baru: kendaraan pribadi via layanan berlangganan dapat melengkapi perjalanan sebagai solusi first mile–last mile, didukung kawasan TOD dan fasilitas park & ride.
KINTO: Langganan Kendaraan Melengkapi Mobilitas Terkoneksi
Solusi tersebut sejalan dengan pendekatan KINTO One, layanan berlangganan kendaraan yang memungkinkan pengguna menuju halte atau stasiun terdekat, lalu melanjutkan perjalanan dengan angkutan massal — atau sebaliknya — sehingga membentuk ekosistem perjalanan yang utuh dan saling melengkapi.
Ezar Kumendong, Direktur TAF, menegaskan: “Kolaborasi lintas industri dan pemangku kepentingan merupakan akselerator transformasi mobilitas Indonesia. Dengan menyatukan peran dan keunggulan masing-masing, kami optimistis dapat menghadirkan ekosistem mobilitas yang semakin terhubung, menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mendukung terwujudnya kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan.”
Sesi ini menegaskan komitmen Astra Financial melalui TAF untuk turut membangun ekosistem mobilitas nasional yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.
Pengunjung dapat memantau berbagai aktivitas di Booth Astra Financial serta informasi lengkap melalui situs www.acctafgiias.com. (*)
– Putra Bumi R
Transjakarta, KINTOIndonesia, MobilitasMasaDepan, GIIAS2026, KotaCerdas,
