Jakarta, Channelsatu.com – GE Vernova (NYSE: GEV) akan menjadi bagian dari Enlit Asia 2026 yang berlangsung pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Jakarta. Sebagai Gold Sponsor, GE Vernova akan menghadirkan sejumlah pemimpin dan pakarnya untuk membahas tantangan serta peluang sektor energi di Asia.
Kehadiran GE Vernova dalam ajang tersebut menjadi bagian dari kontribusinya terhadap diskusi mengenai meningkatnya kebutuhan listrik di kawasan Asia. Perusahaan juga akan membahas upaya memperkuat ketahanan jaringan listrik sekaligus mendukung integrasi energi terbarukan.
Enlit Asia 2026 mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”. Konferensi dan pameran tahunan sektor ketenagalistrikan dan energi tersebut mempertemukan para pemimpin industri untuk membahas ketahanan sistem energi ASEAN serta penyediaan energi yang andal dan terjangkau di tengah proses transisi energi.
Selama tiga hari penyelenggaraan, para pemimpin GE Vernova dijadwalkan terlibat dalam berbagai sesi konferensi yang mencakup rantai nilai ketenagalistrikan. Topik yang dibahas antara lain pembangkitan fleksibel, modernisasi jaringan, ketahanan jaringan berbasis kecerdasan buatan atau AI, teknologi nuklir, hingga strategi dekarbonisasi.
Pada hari pertama, Selasa, 22 September, Kazunari Fukui selaku Asia Decarbonization Leader GE Vernova akan menyampaikan keynote bertajuk “From Concept to Reality: Delivering the Next Wave of Energy Transition in Asia”. Sementara Patrick Kong, Asia Region Leader, Aeroderivative Solutions, akan menjadi panelis dalam diskusi mengenai fleksibilitas pembangkitan di tengah meningkatnya penggunaan energi terbarukan.
Memasuki hari kedua, George Djohan, Country Director, Indonesia – Gas Power, GE Vernova, dijadwalkan mengikuti leadership panel “ASEAN Energy Dialogue II: Energy Infrastructure at Scale: Investment Priorities for the Next Decade”. Shailesh Mishra, APAC Regional Leader, Grid Systems Integration, juga akan membahas pengembangan kapasitas jaringan listrik dalam sesi “Ready, Set, Grid”.
Selain sesi utama, sejumlah pakar GE Vernova akan mengisi sesi teknis Knowledge Hub. Materi yang dibawakan mencakup teknologi Small Modular Reactor (SMR) BWRX-300, strategi transisi energi dan ketahanan jaringan, virtualisasi jaringan berbasis AI/ML, pengurangan penggunaan SF6 pada jaringan tegangan tinggi, serta kebutuhan pasokan listrik untuk pusat data berbasis AI.
Secara global, GE Vernova memiliki sekitar 59.000 turbin angin dan 7.000 turbin gas. Basis teknologinya disebut membantu menghasilkan sekitar 25 persen listrik dunia. Di Asia, perusahaan memiliki sekitar 18.000 karyawan yang tersebar di lebih dari 22 negara dan menjalankan aktivitas di berbagai bagian rantai nilai ketenagalistrikan, mulai dari pembangkitan hingga transmisi, distribusi, dan perangkat lunak. ich
