Jakarta – Channelsatu.com. Momen tak terduga dialami Aghniny Haque saat menjalani proses syuting film horor terbarunya yang berjudul Selepas Tahlil, produksi Bion Studios. Pengalaman tersebut bukan sekadar gangguan teknis atau kendala produksi biasa, melainkan sesuatu yang menyerempet ke ranah mistis.
Saat seluruh kru tengah bersiap untuk mengambil gambar selanjutnya di tengah malam, Aghniny memutuskan mengambil waktu untuk pergi ke toilet. Tanpa disangka, pintu kamar mandi itu tiba-tiba terkunci dari dalam. Situasi itu tidak hanya membuatnya terjebak selama 40 menit, tetapi juga menimbulkan suasana mencekam karena terjadi tepat pukul 2 dini hari.
“Kebetulan lagi rest break mau ngeset angle head shoot selanjutnya. Aku pengin nge-release, enggak tahu entah lagi sial apa gitu digangguin,” ujar Aghniny dalam konferensi pers Selepas Tahlil di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (6/7/2025).
“Aku kekunci jam dua malam di kamar mandi,” imbuhnya dengan ekspresi serius.
Menariknya, sebelum insiden itu terjadi, Aghniny telah mendapatkan peringatan dari seseorang yang disebutnya sebagai “orang pintar” di lokasi syuting. Sosok tersebut menyampaikan bahwa aura dan energi tubuh Aghniny saat itu sedang dalam kondisi lemah, dan menyarankannya untuk lebih fokus agar tidak mudah terganggu oleh hal-hal di luar nalar. Namun, saran tersebut tampaknya datang terlalu terlambat.
Tanpa alat komunikasi di tangan, Aghniny tidak bisa menghubungi siapa pun dari kru produksi. Ia hanya bisa menunggu dalam diam di balik pintu yang tertutup rapat, berharap akan ada yang menyadari keberadaannya.
Tak hanya sekadar pengalaman mistis, Selepas Tahlil juga membawa Aghniny pada proses introspeksi emosional. Film yang mengangkat tema kehilangan dan rahasia keluarga inj rupanya menyinggung sisi pribadi Aghniny yang belum tuntas.
Aghniny menyampaikan bahwa ia merasa belum sempat membangun hubungan yang dekat dengan sang ayah tiri, yang telah menikah dengan ibunya sejak ia kecil. Kepergian pria itu meninggalkan ruang kosong yang ternyata belum pernah ia isi dengan ucapan terima kasih atau apresiasi.
“Saya jujur merasa sangat menyesal karena saya tidak pernah dekat,” kata Aghniny dengan nada penuh haru.
Ayah tirinya meninggal dunia hanya empat tahun setelah pernikahan dengan ibunya.
“Ternyata ayah tiri saya telah memberikan kehidupan yang luar biasa untuk ibu saya, sampai-sampai meninggalkan rasa sakit ini. Dan saya merasa menyesal karena tidak pernah mengungkapkan rasa terima kasih kepada ayah tiri,” tambahnya.

Pengalaman tersebut menjadi bahan bakar bagi Aghniny untuk memainkan perannya sebagai Saras, seorang perempuan yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah kepergian ayahnya secara misterius.
Selepas Tahlil bercerita tentang dua saudara, Saras (Aghniny Haque) dan Yudhis (Bastian Steel), yang hidup mereka berubah drastis setelah sang ayah, Hadi (diperankan oleh Epy Kusnandar), meninggal dunia secara misterius. Namun, alih-alih tenang, jenazah sang ayah justru hilang tak lama setelah acara tahlilan. Perjalanan mereka untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi menguak berbagai rahasia masa lalu keluarga.
Film ini menggali tema tentang rasa kehilangan, keterikatan emosional dalam keluarga, dan pentingnya komunikasi sebelum semuanya terlambat.
“Jangan sampai ada penyesalan,” katanya menutup wawancara, seraya mengajak penonton untuk lebih terbuka dan menghargai keberadaan orang-orang terdekat, terutama keluarga.
