8 Sektor Bersatu di IEE Series 2026, Bangun Masa Depan Industri Indonesia

Share

Channelsatu.com, JAKARTA, 10 September 2026 | — Ada kabar baik bagi kemajuan industri sekaligus lingkungan di Indonesia. Pembicaraan tentang cara menjaga bumi kini telah berubah menjadi langkah nyata yang menguntungkan usaha sekaligus melindungi alam.

Hal inilah yang ditunjukkan oleh IEE Series — Engineering Week 2026, yang berlangsung hingga 12 September di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

8 Sektor Bersatu di IEE Series 2026, Bangun Masa Depan Industri Indonesia

- Advertisement -

Mengusung tema “Keberlanjutan untuk Transformasi Industri”, gelaran ini menyatukan delapan bidang penting dari pertambangan, energi, konstruksi, hingga pengelolaan air dan kesiapan menghadapi bencana dalam satu wadah agar saling melengkapi.

Lebih dari sekadar pameran, ada 26 diskusi mendalam yang diisi lebih dari 200 tokoh pemimpin dari berbagai bidang.

Sekadar Menjaga Lingkungan? Tidak Lagi, Ini Soal Bertahan Hidup Usaha

Salah satu hal yang paling penting dibahas adalah: keberlanjutan kini bukan lagi soal keinginan baik, melainkan kebutuhan agar perusahaan tetap bisa bersaing.

William CD Manurung, Head of Sustainability CBQA Global, menegaskan hal yang mengubah cara pandang banyak orang,

“Karbon tidak lagi hanya menjadi angka lingkungan, tetapi semakin menjadi angka bisnis. Intensitas karbon dapat memengaruhi akses pasar, pembiayaan, kebutuhan pelanggan, dan pada akhirnya daya saing perusahaan,” ujarnya.

- Advertisement -

Artinya, perusahaan yang tidak memperhatikan efisiensi dan dampak lingkungannya perlahan akan tertinggal, pembeli, investor, dan mitra bisnis mulai mencari yang lebih bersih dan hemat. Namun kabar baiknya: beralih ke cara kerja yang lebih efisien justru bisa menekan biaya.

Alat Berat Lebih Hemat = Untung Lebih Besar

8 Sektor Bersatu di IEE Series 2026, Bangun Masa Depan Industri Indonesia
William Carlos Debrito Manurung, Head of Sustainability CBQA global

Di area pameran luar ruang, pengunjung bisa melihat langsung bagaimana teknologi bekerja. Shantui yang diwakili SDHI menjelaskan bahwa teknologi yang dikembangkan selama sepuluh tahun terakhir difokuskan pada hal paling mendasar: hemat bahan bakar.

“Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu perhatian kami, efisiensi bahan bakar tidak hanya berkaitan dengan penggunaan energi, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat menekan biaya sepanjang masa penggunaan equipment,” kata Alexander Tangestu dari PT Shantui Equipment Indonesia.

Semakin hemat bahan bakar, semakin kecil biaya operasional harian keuntungan langsung yang dirasakan pemilik usaha, sekaligus mengurangi asap yang keluar ke udara.

Truk Listrik Masuk Tambang, Tapi Tidak Semua Tempat Sama

 

 

Kini mulai hadir kendaraan listrik yang mampu mengangkut muatan berat di lokasi pertambangan. SANY Indonesia menampilkan truk listrik yang bisa diisi ulang dalam waktu singkat dan menghemat biaya operasional hingga separuhnya.

Saanjay Shamdasani, Deputy General Manager SANY Indonesia, menyampaikan harapan besar,

“Visi kami adalah mewujudkan tambang rendah karbon yang terintegrasi secara bertahap dari armada hybrid menuju full electric. Harapannya, kami dapat terus mendukung target keberlanjutan pemerintah untuk mewujudkan zero emission pada tahun 2060,” katanya.

Namun tidak bisa dipaksakan sama di mana-mana. Vincent, Sales Marketing Director PT Indotruck Utama, mengingatkan,

“Kalau kita bicara konsep sustainability sendiri, kita percaya enggak ada satu one recipe fits for all. Kuncinya tergantung aplikasi based on infrastructure,” paparnya.

Artinya, di daerah yang belum memiliki jaringan listrik memadai, solusinya harus disesuaikan dulu tidak bisa langsung sama dengan di kota besar. Setiap tempat punya kebutuhan masing-masing.

Langkah Nyata, Bukan Janji Saja, Volvo Hadirkan Alat Berat Listrik

Volvo juga memperkenalkan alat berat yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik. Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blocker, hadir langsung dan menyampaikan:

“Inovasi kami selalu didorong oleh komitmen mendalam terhadap keberlanjutan dan keselamatan. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung perjalanan transisi energi hijau di Indonesia.”

Alat ini dirancang untuk tempat yang sudah memiliki sumber listrik sendiri misalnya pabrik yang memanfaatkan limbah pertanian atau sampah untuk menghasilkan tenaga. Energi yang dihasilkan di sana itulah yang dipakai untuk menjalankan alat berat mandiri, bersih, dan berkelanjutan.

Bekerja Lebih Cerdas, Bukan Sekadar Lebih Keras

8 Sektor Bersatu di IEE Series 2026, Bangun Masa Depan Industri Indonesia

Hanung Hanindito, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, merangkum inti dari semua kegiatan ini,

“Bagi kami, sustainability bukan hanya mengenai bagaimana mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga bagaimana equipment dapat bekerja secara lebih efisien demi mendorong pertumbuhan industri yang mampu menciptakan nilai lebih besar serta mendorong praktik-praktik yang bertanggung jawab di seluruh ekosistem.

Teknologi yang dikembangkan harus mampu menjawab kebutuhan operasional hari ini sekaligus mendukung industri untuk bekerja secara lebih berkelanjutan dalam jangka panjang, jelas Hanung lagi.

Semua ini menunjukkan satu hal: masa depan industri Indonesia tidak harus memilih antara maju atau menjaga alam.

Keduanya bisa berjalan beriringan asal dipilih teknologi yang tepat, disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah, dan dijalankan bersama-sama. Seluruh informasi lengkap acara dapat dilihat di www.iee‑series.com. (*)

– Putra Bumi R 

Read more

NEWS