Tangsel, Channelsatu.com – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengambil langkah inovatif untuk mengatasi penurunan stok darah selama Ramadan.
Ia mengajak masyarakat untuk mendonorkan darah di malam hari, setelah berbuka puasa, sebagai solusi alternatif dari donor darah siang hari yang biasanya dilakukan.
Inisiatif ini muncul karena adanya tren penurunan jumlah pendonor hingga 30 persen selama Ramadan.
Masyarakat khawatir donor darah siang hari dapat mengganggu ibadah puasa dan menyebabkan lemas.
Padahal, kebutuhan darah tetap tinggi selama bulan suci ini.
Acara Gerakan Donor Darah Nasional Ramadan 2025 yang digelar oleh Komunitas Donor Darah Indonesia (KDDI) di PMI Kota Tangsel menjadi momentum untuk memperkenalkan konsep donor darah malam hari.
Benyamin Davnie menekankan bahwa donor darah malam hari aman dilakukan dan dapat memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor.
“Mendonorkan darah di malam hari, setelah berbuka puasa, adalah cara yang cerdas untuk tetap beramal di bulan Ramadan,” ujar Benyamin Davnie.
Ia menambahkan bahwa donor darah malam hari dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi tanpa mengganggu ibadah puasa.
KDDI dan PMI Tangsel menyambut baik inisiatif ini.
Mereka telah mempersiapkan fasilitas dan tenaga medis untuk melayani pendonor malam hari. Ruang donor yang nyaman dan hidangan sehat setelah donor disiapkan untuk memastikan pengalaman donor yang menyenangkan.
Target awal pengumpulan darah di Tangsel adalah 200 kantong.
Namun, Benyamin Davnie optimis jumlah tersebut dapat meningkat hingga 500 kantong selama Ramadan. Ia berharap, donor darah malam hari dapat menjadi tradisi baru yang berkelanjutan di Tangsel.
Selain donor darah malam hari, Pemkot Tangsel juga mengedukasi masyarakat tentang persiapan donor darah yang tepat. Konsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka, serta istirahat yang cukup, menjadi kunci penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima saat donor.
Benyamin Davnie mengajak seluruh masyarakat Tangsel untuk berpartisipasi dalam gerakan mulia ini. Ia menekankan bahwa setetes darah yang didonorkan dapat menyelamatkan nyawa.
“Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai momen berbagi dan memberikan kehidupan bagi mereka yang membutuhkan,” ajaknya. ich
