Otomotif1.com l – Kesenjangan antara kebutuhan industri dan kualitas lulusan pendidikan vokasi terus dijembatani melalui berbagai program nyata. Salah satunya adalah Tekiro Mechanic Competition 2026, yang kini menjadi barometer kemampuan teknis siswa SMK di seluruh Indonesia.
Ajang yang baru saja menyelesaikan babak final ini dirancang bukan hanya sebagai ajang adu ketangkasan, melainkan sebagai standar evaluasi bagi kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.

Meningkatkan Kualitas SDM Otomotif
Di era teknologi kendaraan yang semakin canggih, keahlian mekanik tidak lagi hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga pemahaman sistem yang kompleks. Dalam kompetisi ini, peserta diuji kemampuannya dalam mendiagnosa kerusakan, memahami sistem kelistrikan modern, hingga penggunaan peralatan yang presisi.
“Tekiro berkomitmen untuk terus mencetak mekanik-mekanik handal yang memiliki disiplin, pengetahuan teknis yang luas, serta karakter juara yang dibutuhkan oleh industri,” tegas Stephanus Santoso, Wakil Direktur PT Altama Surya Anugerah.
Dengan melibatkan hampir 90 ribu peserta dari 544 sekolah, kompetisi ini berhasil membangkitkan motivasi siswa untuk terus menguasai teknologi otomotif terbaru dan mempersiapkan diri sejak dini.

Evaluasi Ketat dari Juri Profesional
Proses seleksi yang ketat dilakukan untuk memastikan hanya yang terbaik yang sampai ke tahap akhir. Dari seleksi online, dipilih 30 sekolah untuk semifinal, dan akhirnya 10 sekolah terbaik bertemu di final.
Materi uji kompetensi disusun sesuai dengan standar kebutuhan industri saat ini, meliputi:
- Diagnosa kerusakan mesin.
- Perbaikan sistem kelistrikan kendaraan.
- Penanganan sistem transmisi.
- Penggunaan alat bantu kerja yang efisien dan aman.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang merupakan gabungan dari praktisi industri otomotif dan akademisi, sehingga standar yang digunakan relevan dengan dunia kerja nyata.
Dukungan Fasilitas dan Akses Karier
Salah satu nilai lebih dari kompetisi ini adalah dampak jangka panjangnya bagi sekolah dan siswa.
Hadiah berupa peralatan bengkel (tool kit) dari Tekiro sangat membantu sekolah dalam memperbarui fasilitas praktikum, sehingga proses belajar mengajar bisa menggunakan standar peralatan profesional.
Selain itu, program Free Pass menjadi daya tarik utama bagi para peserta. Pemenang berkesempatan mendapatkan jalur cepat untuk:
Bekerja di jaringan bengkel internasional B-Quik.
- Melanjutkan pendidikan tinggi di Politeknik ATMI Cikarang.
- Melanjutkan studi di Politeknik Negeri Semarang.
- Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak seperti Planet Ban, Oli X-Ten, Seiken, serta institusi pendidikan, menunjukkan kuatnya ekosistem dukungan terhadap pengembangan talenta muda Indonesia.
“Kompetisi ini membuktikan bahwa potensi talenta muda Indonesia di bidang teknik otomotif terus berkembang pesat dan siap bersaing di level industri,” tutup panitia penyelenggara. (*)
☆ Putra Bumi R
