Kota Tangerang, Channelsatu.com – Di tengah ramainya lalu-lalang kawasan Pendidikan Cikokol, Kota Tangerang, ada satu gerobak jajanan yang nyaris tak pernah sepi pembeli: Sotang Pak Walidi. Bukan sekadar sosis kentang biasa, jajanan ini telah menjadi ikon kuliner jalanan yang digandrungi pelajar dan warga sekitar. Setiap harinya, gerobak sederhana yang mangkal tepat di depan SMK Yuppentek 1 ini mampu meraup omzet hingga Rp3 juta, sebuah angka fantastis untuk usaha kaki lima.
Sotang atau sosis kentang yang disajikan Pak Walidi memang tak main-main. Isian keju mozzarella leleh dibalut adonan tepung dan kentang renyah, membuat siapa pun yang mencicipi pasti ketagihan. Walidi, sang pemilik, mengaku sudah berjualan di lokasi tersebut sejak 2016, dengan prinsip sederhana namun kuat: utamakan kualitas dibanding kuantitas. Menurutnya, bahan-bahan segar dan berkualitas adalah kunci utama menjaga cita rasa dan pelanggan tetap setia.
Menunya pun tak monoton. Ada hodtang, moztang, french fries, hod moztang, hingga corndough dengan berbagai isian. Tak ketinggalan, topping-topping kekinian seperti cokelat dan tiramisu semakin memanjakan lidah para pelanggan muda. Harga yang ramah kantong, mulai dari Rp5 ribuan, membuat Sotang Pak Walidi mudah dijangkau oleh semua kalangan. Ia membuka lapaknya setiap hari, dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB, dan antrean panjang sudah jadi pemandangan lumrah.
Tak hanya soal rasa, pengalaman makan sotang di sini juga penuh cerita. Seperti yang diungkapkan Khansa, siswi SMK Yuppentek 1, yang mengaku awalnya hanya ikut-ikut teman tapi kini jadi pelanggan setia. Ia menilai sotang Pak Walidi punya kualitas yang tidak bisa ditemukan di tempat lain, terutama dari tekstur, rasa, hingga porsi mozarella yang melimpah.
Senada dengan itu, Nindi, pelajar SMA Negeri 7 Tangerang, bahkan menyebut Sotang Pak Walidi sebagai “jajanan wajib mingguan”. Menurutnya, rasa segar dari setiap tusuk sotang yang digoreng dadakan memberi kesan premium pada jajanan kaki lima tersebut. “Kalau dikasih rating, jelas saya kasih nilai 10,” kata Nindi dengan antusias.
Kehadiran jajanan kaki lima seperti ini bukan hanya memberi warna pada kuliner jalanan Tangerang, tapi juga menjadi potret kecil bagaimana UMKM lokal bisa berkembang dan bertahan berkat rasa dan konsistensi. Di tengah gempuran makanan cepat saji dan tren kuliner viral, Sotang Pak Walidi tetap jadi primadona yang membuktikan bahwa makanan enak tak harus mahal dan tak harus datang dari restoran besar.
Dengan keunikan rasa, kekuatan branding mulut ke mulut, serta lokasi strategis di pusat pendidikan, sotang ini tak sekadar jajanan biasa, tapi sudah jadi bagian dari budaya makan generasi muda Tangerang. Bagi siapa pun yang sedang di Kota Tangerang, gerobak sederhana ini bisa jadi salah satu destinasi kuliner yang layak disambangi. ich
