Channelsatu.com, Jakarta – Satu lagi film horor lokal siap mengguncang layar lebar Tanah Air. Bertajuk Rego Nyowo, film ini menghadirkan kisah mencekam dari balik dinding sebuah kos-kosan di kota Malang. Disutradarai oleh Rizal Mantovani, nama yang tak asing dalam dunia film horor Indonesia, Rego Nyowo diadaptasi dari kisah viral berjudul Kosan Berdarah yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial X. Dengan latar yang memadukan keseharian mahasiswa dan horor supranatural, film ini menjadi sajian seram yang dekat dengan pengalaman generasi muda.
Melalui tangan produksi Hitmaker Studios, rumah produksi yang sudah dikenal lewat deretan film horor box office, Rego Nyowo menampilkan perpaduan bintang muda dan aktor senior dalam satu bingkai cerita yang kelam. Film ini bukan hanya soal hantu, tapi juga soal atmosfer, ketegangan yang dibangun perlahan, dan rahasia yang terungkap satu demi satu di balik kamar kos yang tampak biasa. Dengan latar kota Malang yang sejuk namun menyimpan banyak misteri, film ini menawarkan warna baru dalam sinema horor lokal.
Kisah bermula saat Lena (diperankan oleh Sandrinna Michelle) dan kakaknya, Benhur (Ari Irham), pindah ke Malang untuk melanjutkan pendidikan. Mereka menyewa kamar di sebuah rumah kos yang dikelola pasangan suami istri Bu Astri (Diah Permatasari) dan Pak Wiryo (Erwin Moron), yang terlihat ramah dan keibuan. Namun, di balik kehangatan kos tersebut, terpendam aura aneh yang mulai terasa saat para penghuni mengalami mimpi-mimpi aneh dan gangguan misterius. Bisik-bisik soal kehadiran pocong gantung pun mulai terdengar di antara mereka.

Bagi Diah Permatasari, keterlibatannya dalam film ini bukan hanya soal akting. Proses syuting Rego Nyowo ternyata juga menyimpan tantangan tersendiri. Salah satunya adalah lokasi syuting yang berada di tempat terpencil.
“Saya terakhir-terakhir itu menghabiskan scene saya di Padalarang. Saya di Padalarang itu sendiri kurang lebih seminggu. Sebenarnya lebih dari seminggu,” ujar Diah.
Berada di tengah hutan, lokasi syuting menjadi medan yang cukup berat. “Kendalanya itu ada cuaca. Karena itu di hutan, benar-benar di hutan,” lanjutnya.
Menurut Diah, ketika hujan turun, kawasan yang merupakan kebun pisang itu berubah menjadi lautan lumpur. Bahkan, tenda kru yang dipakai untuk berteduh tak luput dari masalah. “Kadang tendanya pada bocor,” ungkapnya.
Selain cuaca dan medan, Diah juga menyebut bahwa karakter yang ia mainkan menuntut banyak tenaga dan emosi. “Di situ adegannya sangat berat. Di situ saya menguras emosi saya, tenaga juga. Dan kita kan syuting kelar jam enam pagi, sampai matahari terbit,” katanya menggambarkan intensitas produksi film ini.
Salah satu elemen yang membuat Rego Nyowo terasa sangat hidup adalah desain makhluk gaib yang dihadirkan. Diah dan Cassandra Lee, salah satu pemain muda di film ini, membicarakan kehadiran pocong gantung yang menjadi ikon teror dalam cerita. “Ini memang benar serem. Bukan cuma manusia dikasih makeup hitam sama dikasih tisu atau kain. Tapi memang dibikin setan,” kata Cassandra.
Diah pun membenarkan bahwa penampakan pocong dalam film ini bukan sekadar efek visual. “Sutradaranya aja takut. Serem banget. ‘Kamu udah ketemu pocongnya belum? Serem banget,’” ucapnya menirukan Rizal Mantovani. Ia sendiri sempat merasa ketakutan saat pertama kali melihat sosok pocong tersebut di lokasi. “Waktu ketemu, saya langsung ketemu di set kan. Waktu ketemu, ketakutan banget. Jadi itu enggak akting sebetulnya. Ketakutan asli itu, sebenarnya,” akunya.
Film ini juga didukung oleh deretan aktor seperti Cassandra Lee, Robert Chaniago Timor, Rassya Hidayah, Sinyo Reza, Sheva Audrey, Zoe Jireh, Zasa Zefanya, Zayyan Shaka, dan Michael Russel. Masing-masing memerankan karakter yang ikut menyimpan rahasia dan mengalami teror yang sama menyeramkannya.
Tak hanya mengandalkan teror dan visual menakutkan, Rego Nyowo mengedepankan sinematografi kelam dan atmosferik khas Rizal Mantovani. Lokasi-lokasi syuting yang nyata dan detil artistik yang kuat membuat kisah ini terasa lebih nyata dan menggigit. Kota Malang dengan segala nuansa angkernya menjadi latar sempurna untuk kisah misteri ini, membawa penonton ke dalam ruang-ruang sunyi yang penuh bisikan dan bayangan.
Rego Nyowo dijadwalkan tayang di bioskop mulai 31 Juli 2025. Film ini menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar hantu: ia membongkar lapisan ketakutan manusia akan ruang-ruang yang mestinya aman, dan mengubah kos-kosan mahasiswa menjadi medan horor yang tak terlupakan. Siapkah Anda mengetuk pintu kamar kos yang satu ini?
