Kota Tangerang, Channelsatu.com – Sebanyak 88 pelajar dari 15 SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) di Kota Tangerang mengikuti Konferensi Siswa-Siswi Tangerang Raya (KONSSIST) 2026 yang digelar Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK) SMA Negeri 1 Kota Tangerang di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, belum lama ini. Mengusung tema Stepping Outside the Comfort Zone: Where Comfort Ends and Greatness Begins, kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk membangun keberanian, kepemimpinan, serta memperluas jejaring pertemanan.
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian peserta adalah sesi talkshow bersama aktris, produser, sekaligus pengusaha muda Prilly Latuconsina. Dalam kesempatan tersebut, Prilly membagikan pengalaman pribadinya saat memutuskan keluar dari zona nyaman hingga berhasil mengembangkan karier di berbagai bidang industri kreatif.
Menurut Prilly, keberhasilan tidak datang hanya karena bakat, melainkan juga keberanian mengambil kesempatan yang belum pernah dicoba sebelumnya. Ia mengingatkan para pelajar agar tidak mudah merasa minder atau membandingkan perjalanan hidup dengan pencapaian orang lain yang terlihat di media sosial.
“Senang sekali ini pertama kalinya aku hadir di KONSSIST. Aku berbagi pengalaman tentang bagaimana dulu berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru yang belum pernah aku lakukan. Ternyata, dari keberanian itu banyak kesempatan yang datang. Jadi jangan takut memulai, karena kita tidak pernah tahu peluang apa yang sedang menunggu di depan,” ujar Prilly Latuconsina.
Semangat serupa juga disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Kota Tangerang, Dini Febriyasiana Andriyani, yang menilai KONSSIST menjadi ruang belajar di luar kelas untuk membentuk karakter, kemampuan komunikasi, dan keterampilan sosial peserta di tengah era digital.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena siswa tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, memperluas jaringan pertemanan, dan membiasakan diri berinteraksi secara langsung di tengah tingginya penggunaan gawai saat ini,” ungkap Dini.
Sementara itu, Ketua Pelaksana KONSSIST 2026, Kanesha Syahquita, menjelaskan bahwa tema tahun ini dipilih karena masih banyak pelajar yang memiliki potensi besar, namun belum memiliki keberanian untuk mengambil langkah pertama dalam mengembangkan diri.
“Kami melihat banyak pelajar ingin mengeksplorasi hal-hal baru, tetapi masih ragu untuk memulai. Lewat KONSSIST 2026, kami ingin memberikan motivasi, wawasan, dan sudut pandang baru agar mereka berani keluar dari zona nyaman dan menjadi versi terbaik dari diri mereka,” kata Kanesha.
Untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, KONSSIST 2026 dikemas secara interaktif melalui seminar, talkshow, drama musikal, monolog, diskusi kelompok, permainan edukatif, hingga sesi networking. Terinspirasi dari film Monster University, seluruh peserta dibagi ke dalam sejumlah faksi dengan nama karakter berbeda sebagai bagian dari aktivitas kolaborasi dan penyelesaian studi kasus. Melalui konsep tersebut, KONSSIST 2026 diharapkan mampu melahirkan pelajar yang lebih percaya diri, adaptif, serta siap menghadapi tantangan di masa depan. ich
