Aceh, Channelsatu.com – Kasus kematian tokoh dakwah Aceh, Drs. Bismi Syama’un, akhirnya menunjukkan perkembangan baru. Setelah lebih dari sebulan tanpa kepastian, Polresta Banda Aceh menetapkan seorang tersangka dalam insiden tabrak lari yang menewaskan Wakil Ketua Dewan Dakwah Aceh sekaligus Ketua Yayasan Ar-Rabwah An-Najiyah tersebut.
Bismi Syama’un meninggal dunia pada 23 Agustus 2025 di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh akibat kecelakaan di depan Kantor Gubernur Aceh. Melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tertanggal 26 September 2025, polisi menyampaikan bahwa pelaku tabrak lari telah ditangkap dan akan dilakukan gelar perkara untuk memastikan kronologi kejadian.
Pelaku diketahui bernama Irhamni, 39 tahun, warga Meunasah Ara, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Dalam pertemuan dengan keluarga korban dan kuasa hukum, ia mengaku tidak menyangka akan mendekam di balik jeruji besi, terlebih karena istrinya baru melahirkan.
Menurut polisi, pelaku sempat melarikan diri dengan kecepatan tinggi usai menabrak korban dan berpindah-pindah lokasi sehingga sulit dilacak. Namun, penangkapan Irhamni belum sepenuhnya menenangkan pihak keluarga. Mereka menilai ada banyak kejanggalan dalam kasus ini.
“Luka di bagian kepala almarhum diduga akibat pukulan keras di sisi kiri, bukan benturan akibat kecelakaan. Selain itu, helm korban tidak menunjukkan bekas benturan, dan kondisi sepeda motor masih mulus tanpa kerusakan berarti,” ujar kuasa hukum keluarga, Roilaijah, S.H., M.H., dari Intellectual Law Officer.
Ia juga mengungkapkan bahwa lima hari setelah kejadian, Wakil Ketua Humas dan ZIS Yayasan Ar-Rabwah An-Najiyah meninggal dunia dalam peristiwa serupa, yang membuat keluarga semakin curiga.
Keluarga juga menyoroti sikap aparat yang dinilai tidak responsif. Saat jenazah masih di kamar jenazah, keluarga sempat meminta surat visum namun tidak diberikan karena alasan tidak ada petugas berwenang pada hari Sabtu. Bahkan ketika mereka mendatangi Polresta Banda Aceh pada 16 Oktober 2025 untuk menyampaikan kejanggalan, penjelasan mereka disebut tidak diterima.
“Beliau malah meminta saya untuk menyebutkan nama tersangka, padahal kami baru menyampaikan dugaan atas sejumlah kejanggalan,” kata Roilaijah.
Dalam SP2HP terbaru tertanggal 17 Oktober 2025 yang ditujukan kepada istri korban, Nur Ainun, disebutkan penyidik masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Jaksa Penuntut Umum.
Putra almarhum, Shiddiq Haraki, menegaskan bahwa keluarga akan terus memperjuangkan keadilan.
“Kami akan terus berjuang menegakkan keadilan dan menguak misteri kematian ayah kami. Apakah ini benar murni kecelakaan, ataukah ada motif pembunuhan berencana di baliknya,” ujar Shiddiq dari Arab Saudi.
Bismi Syama’un dikenal sebagai sosok yang aktif dalam dakwah dan pendidikan di Aceh. Melalui Yayasan Ar-Rabwah An-Najiyah, ia berupaya membantu anak yatim dan fakir miskin memperoleh akses pendidikan. Keluarga kini berharap agar penyelidikan dapat diselesaikan secara transparan dan adil.
