Kota Bogor, Channelsatu.com – Pemerintah Kota Bogor melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Transportasi Pakuan berkolaborasi dengan Air Alam dan PT CAMN menghadirkan halte ikonik Air Alam Kebun Raya Bogor di Jalan Pajajaran, Kota Bogor.
Peluncuran halte yang berada di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, tersebut dilakukan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama jajaran Pemerintah Kota Bogor, Air Alam, dan PT CAMN.
Kehadiran halte dengan konsep branding tersebut menjadi bagian dari upaya penataan fasilitas publik sekaligus membuka peluang pemanfaatan aset daerah melalui kerja sama dengan pihak swasta.
Dedie A. Rachim mengatakan kolaborasi dengan pihak ketiga dapat membantu memastikan fasilitas halte mendapatkan perawatan secara rutin tanpa seluruh pembiayaannya harus bersumber dari APBD.
“Sebelumnya mungkin halte itu kelihatannya kurang terawat dengan baik. Dengan adanya kolaborasi sinergi dengan pihak ketiga, harapannya paling tidak ada yang betul-betul memperhatikan, ada perawatan yang rutin,” ujar Dedie.
Menurutnya, skema kerja sama tersebut juga dapat menjadi sumber alternatif dalam meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pemanfaatan aset yang dimiliki Pemerintah Kota Bogor.
Selain halte, Dedie membuka peluang bagi perusahaan untuk memanfaatkan sejumlah aset transportasi lain sebagai media branding. Salah satunya unit bus yang dimiliki Perumda Transportasi Pakuan.
“Jadi di PTP kita punya bis, ada beberapa bis, mungkin juga bisa di-branding, boleh silakan. Biar orang Bogor tambah kenal Air Alam,” katanya.
Dedie juga menyebut terdapat sekitar 57 halte yang dapat menjadi ruang bagi perusahaan untuk melakukan branding melalui skema kerja sama yang sesuai.
“Halte kita ada 57-an, bisa di-branding oleh siapa pun,” ujarnya.
Menurut Dedie, keberadaan halte di jalur-jalur protokol memberikan nilai strategis bagi perusahaan dari sisi pemasaran. Fasilitas publik tersebut memiliki tingkat keterpaparan yang tinggi karena digunakan dan dilalui masyarakat setiap hari.
“Jadi ini opportunity business yang menjanjikan. Semakin kenal orang dengan merek, nanti begitu melihat, mereka akan timbul trust dan kemudian akan membeli Air Alam,” jelasnya.
Ia menilai kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat dua arah. Pemerintah memperoleh dukungan dalam penataan dan pemeliharaan fasilitas publik, sementara perusahaan mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Air Alam, Frans, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan untuk melakukan branding pada salah satu halte di Kota Bogor.
“Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami mendapat kesempatan untuk branding halte di Kota Bogor. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi Air Alam untuk dapat berkolaborasi dengan halte kebanggaan Bogor,” ujar Frans.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Selain memberikan manfaat bagi pihak yang terlibat, kolaborasi tersebut diharapkan turut memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum di Kota Bogor.
Kehadiran Halte Air Alam Kebun Raya Bogor pun menjadi salah satu contoh pemanfaatan fasilitas publik melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta. Skema serupa berpeluang terus dikembangkan pada halte maupun aset transportasi lainnya di Kota Bogor. ich
