Kota Bandung, Channelsatu.com – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) memberikan dukungan penuh terhadap produksi film drama sosial Menang untuk Kalah sebagai bagian dari upaya mengedukasi masyarakat mengenai bahaya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Film yang diproduksi di Bandung tersebut mengangkat realitas yang kini menjadi ancaman serius bagi banyak keluarga di Indonesia.
Disutradarai oleh Hastobroto, Menang untuk Kalah mengisahkan perjalanan Bima, seorang kepala keluarga yang semula ingin memberikan kehidupan terbaik bagi istri dan anak-anaknya. Namun, tekanan ekonomi membuatnya tergoda mencoba judi online yang awalnya menghadirkan kemenangan semu. Saat mengalami kekalahan, Bima justru terjebak dalam pinjaman online ilegal hingga akhirnya menghadapi lilitan utang, konflik keluarga, dan kehancuran ekonomi.
Film ini diperkuat jajaran aktor dan aktris ternama seperti Surya Saputra, Lulu Tobing, Yessy Gusman, Alessandrio Karamoy, Ajil Ditto, Putri Ziani, Beddu, Tike Priatnakusumah, hingga Tigor. Kehadiran para pemain lintas generasi diharapkan mampu memperkuat penyampaian pesan moral kepada masyarakat luas.
Berbeda dengan film bertema kriminal pada umumnya, Menang untuk Kalah juga menampilkan sosok anggota kepolisian sebagai figur yang humanis. Selain menjalankan fungsi penegakan hukum, polisi digambarkan aktif memberikan edukasi, pendampingan, serta langkah-langkah pencegahan agar masyarakat tidak terjerumus ke dalam praktik judi online maupun pinjaman online ilegal.
Kapolda Jawa Barat, Komjen Pol. Rudi Setiawan, yang hadir dalam peluncuran dan promosi film di Hotel Savoy Homann, Bandung, menegaskan bahwa persoalan judi online tidak dapat diselesaikan hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga membutuhkan pendekatan edukatif yang menyentuh masyarakat secara langsung.
“Judol bisa dimainkan kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Dampaknya sudah masuk ke seluruh lapisan masyarakat. Judol sering memberikan kemenangan di awal untuk menarik minat pemain, tetapi pada akhirnya berujung pada kekalahan, kerugian finansial, hingga kehancuran kehidupan pelakunya,” ujar Komjen Pol. Rudi Setiawan.
Ia juga mengingatkan bahwa praktik judi online memiliki keterkaitan erat dengan maraknya pinjaman online ilegal. Tidak sedikit korban yang akhirnya mencari pinjaman untuk menutup kerugian akibat berjudi sehingga terjebak dalam persoalan yang semakin sulit diselesaikan.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa dukungan terhadap film tersebut merupakan bagian dari strategi komunikasi publik yang memanfaatkan media kreatif sebagai sarana edukasi masyarakat.
“Film ini dibuat berdasarkan realitas yang terjadi di tengah masyarakat. Melalui pendekatan seni dan budaya, kami berharap pesan mengenai bahaya judi online dan pinjaman online ilegal dapat diterima lebih luas, menyentuh sisi emosional masyarakat, sekaligus menjadi media edukasi yang efektif dalam upaya pencegahan,” kata Kombes Pol. Hendra Rochmawan.
Menurutnya, penyampaian pesan melalui film dinilai lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan karena mampu menghadirkan gambaran nyata mengenai dampak sosial, ekonomi, hingga psikologis yang ditimbulkan akibat praktik judi online dan pinjaman online ilegal.
Melalui kolaborasi antara insan perfilman dan kepolisian, Menang untuk Kalah diharapkan tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa judi online dan pinjaman online ilegal bukanlah jalan keluar dari persoalan ekonomi. Sebaliknya, keduanya merupakan ancaman yang dapat menghancurkan masa depan individu, keluarga, dan kehidupan sosial apabila tidak diantisipasi sejak dini. ich
