Tapanuli Selatan, Channelsatu.com – Upaya memulihkan kondisi psikologis warga terdampak banjir dan longsor terus dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara. Di tengah masa pengungsian yang berkepanjangan, PMI menghadirkan layanan *Psychosocial Support Service* (PSS) bagi puluhan anak penyintas yang mengungsi di Dusun Sitinjak, Desa Aek Ngadol Sitinjak, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Layanan pendampingan psikososial ini menjadi bagian penting dari respons kemanusiaan pascabencana, khususnya bagi anak-anak yang mengalami tekanan mental akibat kehilangan rumah dan rutinitas sehari-hari. Ketua PMI Kota Sibolga, Mei Yati Simatupang, menjelaskan bahwa PSS diberikan sebagai terapi untuk membantu anak-anak memulihkan trauma setelah banjir dan longsor menerjang permukiman mereka.
Menurut Mei, hampir dua bulan tinggal di pengungsian membuat anak-anak rentan mengalami kejenuhan, kecemasan, bahkan perubahan perilaku. Kondisi tersebut jika dibiarkan dapat berdampak pada tumbuh kembang anak, sehingga pendampingan psikososial menjadi kebutuhan mendesak selain bantuan logistik.
Melalui pendekatan yang menyenangkan, seperti permainan edukatif, bernyanyi, dan bercerita, relawan PMI berupaya mengembalikan rasa aman dan keceriaan anak-anak. Hasilnya, suasana pengungsian yang semula dipenuhi kecemasan perlahan berubah menjadi lebih hangat dengan tawa dan interaksi positif.
Kegiatan PSS tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga melibatkan remaja dan para ibu pengungsi. Interaksi langsung ini memudahkan relawan dalam membangun kepercayaan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan psikologis warga terdampak banjir secara lebih menyeluruh.
Di sela pendampingan, PMI juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, membagikan bantuan perlengkapan sekolah, serta mengedukasi pengungsi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Edukasi ini dinilai penting mengingat kondisi pascabanjir sering menyisakan genangan air dan sampah yang berpotensi memicu penyakit.
Mei berharap rangkaian kegiatan ini dapat membantu penyintas, khususnya anak-anak, untuk tetap memiliki semangat dan ketahanan mental dalam menghadapi musibah yang menimpa keluarga mereka. Menurutnya, pemulihan psikologis menjadi fondasi penting untuk bangkit kembali pascabencana.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Provinsi Sumatera Utara, Ade Yudiansyah, menegaskan bahwa PMI akan terus memberikan pelayanan kemanusiaan secara berkelanjutan, mulai dari distribusi logistik, penyediaan air bersih, pemeriksaan kesehatan, hingga layanan PSS bagi anak-anak dan orang dewasa di wilayah terdampak banjir. ich
