Jakarta, Channelsatu.com – Palang Merah Indonesia (PMI) kembali menegaskan konsistensinya dalam misi kemanusiaan dengan terus menyalurkan air bersih dan layanan kesehatan kepada warga terdampak bencana di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, meski masa Tanggap Darurat Bencana (TDB) telah resmi berakhir. Kehadiran PMI pascabencana menjadi penopang penting bagi masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan sehari-hari.
Distribusi air bersih dilakukan secara berkala untuk menjawab kebutuhan dasar warga, terutama untuk konsumsi dan menjaga kebersihan lingkungan. Pascabanjir dan longsor, akses terhadap sumber air bersih masih terbatas, sehingga pasokan air dari PMI menjadi faktor krusial dalam mencegah munculnya penyakit dan persoalan kesehatan lanjutan.
Kepala Markas PMI Provinsi Sumatera Utara, Ade Yudiansyah, menjelaskan bahwa air bersih menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Menurutnya, keberlanjutan distribusi air bersih menjadi bentuk tanggung jawab PMI agar dampak bencana tidak berkembang menjadi krisis kesehatan.
Selain pemenuhan kebutuhan air, PMI juga menggelar layanan kesehatan bagi warga terdampak. Pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan ringan, hingga edukasi kesehatan dilakukan langsung di lokasi bencana oleh tim medis dan relawan PMI yang terlatih.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau secara menyeluruh. Dengan turun langsung ke lapangan, relawan PMI dapat mendeteksi lebih dini potensi gangguan kesehatan yang kerap muncul pada fase pascabencana.
Apresiasi datang dari warga terdampak, salah satunya Eprida Sihombeng, warga Lingkungan 2 Desa Lopian, Kecamatan Badiri. Ia mengaku kehadiran PMI sejak awal bencana hingga saat ini memberikan rasa aman dan harapan bagi masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.
Menurut Eprida, konsistensi PMI dalam menyalurkan bantuan air bersih dan layanan kesehatan sangat membantu warga dalam menjalani kehidupan pascabencana. Bantuan tersebut dinilai bukan sekadar bantuan logistik, tetapi juga dukungan moral yang memperkuat semangat warga untuk bangkit.
PMI menegaskan bahwa pelayanan kemanusiaan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan berdasarkan hasil pemantauan relawan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait juga terus dilakukan guna mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak bencana. ich
