Sabtu , 3 Desember 2022
Home / Showbiz / Perlu Terobosan Jitu Dalam Mengembangkan Pariwisata Maritim di Indonesia

Perlu Terobosan Jitu Dalam Mengembangkan Pariwisata Maritim di Indonesia

Wisata Bahari. Foto: Ilustrasi.
Wisata Bahari. Foto: Ilustrasi.

Jakarta, channelsatu.com: Sungguh suatu ironi bahwa Indonesia sebagai negara maritim yang memiliki kekayaan laut luar biasa, ternyata keok dikalahkan negara seperti Thailand, Malaysia maupun Singapura dalam pendapatan devisa di bidang pariwisata, khususnya wisata bahari.  

Wisata bahari negeri yang mendapat julukan Seribu Pagoda itu terus mencorong, sementara Malaysia dan Singapura yang membuntuti dengan kunjungan kapal pesiarnya. Wisata bahari Indonesia bagaimana? Masih tertatih –tatih dan kiranya perlu terobosan jitu dalam pengembangannya. Kendati diharapkan, sebagaimana target yang dicanangkan Kementerian Pariwisata, bisa meraup devisa sebesar 500 miliar rupiah atau setara dengan mendatangkan 50.000 wisatawan asing.

Untuk hal ini, setahun lalu Kementerian Pariwisata melakukan kerjasama dengan PT Pelni (Persero), bahkan Kementerian Pariwisata menggelontarkan dana 10 miliar rupiah, untuk  mendorong wisata bahari. “Angka 50.000 untuk wisatawan asing tidak berlebihan, Justru adalah angka yang realis dan Pelni yang bisa merealisasikan. Karena  memungkinkan dengan membuat program yang oke serta hanya Pelni-lah yang bisa masuk ketimbang penerbangan, “kata Menteri Pariwisata Arief Yahya pada waktu penandatanganan (Agustus 2015)

Perlu diketahui wisata bahari yang paling disukai wisatawan adalah wisata bentang laut atau wisata di sepanjang pantai. Selain itu  wisata bawah laut, seperti menyelam dan snorkling. Mengenai minat wisatawan terhadap wisata tersebut, Indonesia punya segala-galanya alias destinasi yang jempolan.

Jelas sebagai negara maritim, Indonesia mempunyai sekitar 5,8 juta kilometer persegi wilayah laut dengan spesies ikannya mencapai 37 persen dari total spesies ikan dunia. Tidak cuma itu, Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 81.000 kilometer yang merupakan peringkat kedua negara dengan garis pantai terpanjang di dunia.

Dari garis pantai sepanjang 81.000 kilometer itu, 2/3 di antaranya  dilindungi oleh batu karang yang mencapai 15 persen dari batu karang yang dipunyai dunia. Praktis semua jenis batu karang di dunia ada di Indonesia. Tetapi tetaplah ironis, bahwa pendapatan devisa yang diperoleh masih kalah jauh dengan yang didapat Thailand, Malaysia maupun Singapura.

Selama ini wisata bahari (Indonesia) baru menyumbangkan 10 persen dari devisa pariwisata sebesar 10 miliar dollar AS. Di satu sisi, wisata bahari Malaysia menyumbangkan 40 persen dari devisa pariwisata sebanyak 20 miliar dollar AS atau 8 miliar dollar AS.

Untuk mendongkrak wisata bahari bagaimanapun diperlukan kerjasama yang saling tali temali, kuat, mandiri, dan bersinergi dengan berbagai pihak. Setidaknya Pelni tidak bisa sendiri, lantaran ada banyak kepentingan, misalnya kepentingan agen perjalanan dan pelabuhan. Hal lain yang musti diperhatikan ialah promosi yang gencar, kental plus ditumbuhkannya minat masyarakat atau apresiasi tentang wisata bahari yang terus menerus.

“Di Australia, ternyata minat wisata bahari luar biasa. Setiap tahun jumlahnya malah makin meningkat. Padahal Australia tidak punya laut yang seindah di Indonesia. Peningkatan wisata bahari angkanya mencolok naik, trend berliburnya di sana (di Australia) yakni berlayar “

“Di Darwin, warga memilih berliburnya dengan bertualang di laut. Dan itu pasti berlayar ke laut Indonesia. Saya melihat masyarakat Australia, kini, apresiasi mengenai kebaharian demikian kental, sudah kian melekat. Nah, apresiasi seperti itulah, di Indonesia, cinta pada laut harus ditanamkan sejak dini,“ ujar Okto Irianto, Asisten Deputi Jasa Kemaritiman Deputi Sumber Daya Alam dan Jasa, Kemenko Bidang Kemaritiman kepada channelsatu.com, awal September 2016.

Okto Irianto  menegaskan bahwa sudah pada waktunya wisata bahari di Indonesia dioptimalkan. Potensi tersebut sesungguhnya memang berada di pelupuk mata. “Tinggal kita bagaimana  mengelolanya, perlu adanya kerjasama dengan banyak pihak dan tidak bisa ditangani secara parsial, “ ujar Okto Irianto.

Perihal kiprah Pelni, wisata bahari sudah dijadikan salah satu program. Tahun 2015 sudah menggelar tujuh paket wisata bahari yaitu ke Karimun Jawa,  Wakatobi, Derawan, Banda Naira, Anambar, Wayag  dan Misool. Pelni sengaja menjemput wisatwan, seperti di Semarang untuk wisata ke Karimun Jawa. Sedangkan ke Wakatobi dan Raja Ampat wisatawan diberangkatkan dari Manado.

Apa yang dilakukan Pelni saat ini belum menjadi paket reguler. Sebab masih tahap awal. Jika sambutan masyarakat semakin baik, maka akan dijadikan jadwal reguler. Untuk itu, para wisatawan masih menggunakan pesawat terbang dulu dari mana saja dan kemudian dijemput kapal Pelni  di kota yang sudah ditentukan. (Syamsudin Noer Moenadi, jurnalis yang suka jalan-jalan. Redaktur channelsatu.com).

About ibra

Check Also

Ayu Azhari Bersama keluarga jalan-jalan ke Finlandia. Foto : Ist.

Happy Holiday’s Alla Ayu Azhari Bersama Keluarga ke Finlandia

Finlandia, channelsatu.com: Artis serba bisa Ayu Azhari memboyong keluarganya berlibur ke Eropa. Terlihat ada putrinya …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *