Jakarta, Channelsatu.com – Antusiasme publik terhadap film *Penerbangan Terakhir* terlihat sejak rangkaian special screening digelar di 10 kota besar Indonesia menjelang penayangan reguler pada 15 Januari 2026. Film ini dinilai berhasil menarik perhatian berkat tema relasi toksik yang dikemas dalam drama emosional berlatar dunia penerbangan.
Diproduksi VMS Studio, film ini menampilkan kisah Tiara, pramugari muda yang harus menghadapi kenyataan pahit ketika hubungan asmaranya berubah menjadi jerat manipulasi emosional. Karakter tersebut diperankan Nadya Arina dengan pendekatan emosional yang kuat.
Kapten Deva yang diperankan Jerome Kurnia digambarkan sebagai sosok penuh pesona dan kekuasaan. Karakter ini menjadi simbol relasi tidak sehat yang kerap tersembunyi di balik citra kesuksesan dan profesionalisme.
Produser Tony Ramesh menyebut film ini tidak dibuat semata untuk hiburan. Menurutnya, *Penerbangan Terakhir* diharapkan menjadi sarana refleksi sekaligus edukasi bagi penonton agar lebih berani keluar dari hubungan manipulatif.
Ia menekankan bahwa keberanian Tiara mengambil keputusan untuk menyelamatkan dirinya adalah pesan utama yang ingin disampaikan kepada penonton, khususnya perempuan muda.
Respons positif dari penonton saat special screening di Jakarta, Tangerang, Palembang, Bekasi, Malang, Bogor, Depok, Cirebon, Surabaya, dan Makassar memperkuat optimisme terhadap performa film ini di bioskop.
Masuknya *Penerbangan Terakhir* dalam daftar Hot Picks Variety juga menjadi pengakuan atas kualitas cerita dan relevansinya secara global, sekaligus membuka peluang film ini menjangkau audiens internasional.
Dengan pesan sosial yang kuat, pendekatan emosional yang intens, dan isu yang relevan, *Penerbangan Terakhir* diproyeksikan menjadi salah satu film drama Indonesia yang paling diperbincangkan di awal 2026. ich
