Peneliti Ingatkan PWI: Jaga Integritas, Jangan Jadi Ladang Bisnis dan Kekuasaan

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Integritas dan persatuan PWI menjadi sorotan menjelang Kongres PWI 2025 yang akan digelar di Karawang. Peneliti Sejarah Merdeka Institute, Arief Gunawan, mengingatkan bahwa esensi kewartawanan bukan jalan untuk mencari kekayaan, melainkan sebuah panggilan pengabdian (vocatio).

Arief Gunawan menceritakan, PWI dan pers nasional lahir dari semangat patriotisme, di mana para wartawan pada masa lalu lebih mengidentifikasi diri sebagai pejuang. Banyak dari mereka yang harus keluar masuk penjara kolonial dan hidup melarat. “Aspek bisnis tentu saja perlu, tetapi kewartawanan bukan jalan yang pas untuk mencari dan menumpuk kekayaan,” tegas Arief.

Ia juga menyoroti kondisi PWI di era 1950-an yang dicirikan oleh personal journalism dengan tokoh-tokoh berkarakter kuat seperti Mochtar Lubis, BM Diah, dan Rosihan Anwar. Mereka mampu berteman sekaligus berdebat, bahkan berani beradu argumen dengan penguasa. Sifat ini, menurut Arief, harus kembali ditanamkan di PWI agar organisasi tidak kehilangan marwahnya.

- Advertisement -

Dengan mencuatnya tujuh nama bakal calon ketua umum, Arief berharap para calon dapat mengedepankan integritas dan persatuan. Ia khawatir, jika masalah internal saat ini tidak diselesaikan, PWI akan membuka peluang bagi pihak luar untuk mengendalikan organisasi, termasuk adanya kemungkinan buzzer yang didrop dari atas untuk menduduki posisi strategis. Hal ini, menurutnya, akan sangat berbahaya bagi independensi PWI. ich

Read more

NEWS