Kota Tangerang, Channelsatu.com – Momentum Iduladha 1447 Hijriah membawa perubahan baru dalam proses pemotongan hewan kurban di Tangerang. Jika sebelumnya banyak masyarakat memilih menyembelih hewan kurban secara manual di lingkungan permukiman, kini fasilitas modern milik pemerintah mulai menjadi pilihan utama warga, salah satunya di RPH Bayur.
Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berada di Jalan Bayur, Kecamatan Periuk itu tercatat telah memproses hingga 45 ekor sapi kurban selama perayaan Iduladha tahun ini. Sistem pelayanan yang lebih modern, higienis, dan tertata menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun panitia kurban.
Kepala UPT RPH Bayur, Suhendriawan, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar proses penyembelihan berjalan aman, nyaman, dan sesuai syariat.
“Alurnya, masyarakat mendaftar terlebih dahulu. Setelah terdata, mereka yang sudah terdaftar akan dilakukan proses pemotongan sesuai antrean. Pembayarannya pun praktis menggunakan QRIS sebesar Rp60.000, itu sudah mencakup biaya pemotongan dan penggunaan kandang,” ujar Suhendriawan.
Menurutnya, penerapan sistem digital menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan proses pelayanan yang lebih transparan dan efisien. Setelah pembayaran selesai, hewan kurban langsung diarahkan menuju area pemotongan yang telah disiapkan.
Tak hanya mengandalkan sistem antrean digital, RPH Bayur juga dilengkapi fasilitas modern untuk mempercepat proses pemotongan dan menjaga kualitas daging kurban. Salah satunya adalah ruang boning khusus yang digunakan untuk memisahkan tulang dan daging secara higienis.
“Fasilitas di sini sudah lengkap, ada area pemotongan khusus dan ruang boning untuk memisahkan tulang dan daging secara higienis, sehingga prosesnya bisa jauh lebih cepat selesai,” katanya.
Selain fokus pada kecepatan dan kenyamanan, pengelola RPH juga memberi perhatian serius terhadap dampak lingkungan. Untuk mengatasi limbah sisa pemotongan yang kerap menjadi persoalan di kawasan permukiman, RPH Bayur telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mandiri.
“Kami memiliki fasilitas IPAL mandiri dengan teknik sedimentasi yang terdiri dari tujuh lubang penyaringan. Semua ini kami fungsikan secara maksimal untuk menekan dan mengurangi pencemaran lingkungan sekitar,” jelas Suhendriawan.
Salah satu kelompok masyarakat yang rutin menggunakan fasilitas tersebut adalah Majelis Taklim Permanis dari Ketapang, Kecamatan Cipondoh. Pada Iduladha kali ini, kelompok tersebut memotong sembilan ekor sapi kurban di RPH Bayur.
Ketua Panitia Majelis Taklim Permanis, Humairoh, mengaku memilih RPH karena faktor keamanan, kebersihan, dan efisiensi waktu yang lebih baik dibanding pemotongan manual di lingkungan rumah.
“Di sini lebih aman, prosesnya juga lumayan cepat dan kebersihannya bagus. Pelayanannya pun memuaskan,” ungkap Humairoh.
Ia menambahkan, biaya pemotongan di RPH sebenarnya tidak jauh berbeda dengan jasa pemotongan biasa. Namun, fasilitas modern yang tersedia membuat proses pengerjaan menjadi jauh lebih cepat dan praktis.
“Kalau di luar kan pengerjaannya manual tanpa alat. Nah, di sini biayanya sama, cuma kerjanya jauh lebih cepat karena alat-alatnya sudah cukup canggih. Baguslah pokoknya,” tambahnya. ich
