Kota Tangeramng, Channelsatu.com – Pemerintah Kota Tangerang memasuki tahap akhir persiapan pembukaan layanan operasi jantung bagi peserta BPJS Kesehatan di RSUD Kota Tangerang. Langkah ini disebut sebagai salah satu lompatan besar sektor kesehatan daerah, setelah proses verifikasi lapangan fasilitas Cath Lab oleh BPJS Kesehatan Cabang Tangerang dinyatakan rampung pada pekan ketiga November 2025. Pemerintah daerah menargetkan layanan tersebut dapat resmi beroperasi pada awal Desember, sehingga masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk tindakan kardiovaskular.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa hasil verifikasi menunjukkan sebagian besar persyaratan teknis dan administratif telah terpenuhi oleh RSUD. Meski demikian, masih terdapat beberapa catatan perbaikan yang harus diselesaikan dalam waktu sekitar satu pekan sebelum masuk tahapan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Ia memastikan seluruh proses kini bergerak cepat agar target layanan bisa terealisasi sesuai jadwal.
Menurut dr. Dini, Pemkot Tangerang bersama RSUD saat ini terus menuntaskan penyempurnaan dokumen dan peningkatan teknis yang diperlukan. Setelah seluruh catatan selesai, barulah kerja sama dengan BPJS dapat ditandatangani. Ia mengajak masyarakat mendoakan kelancaran proses tersebut agar layanan operasi jantung segera hadir dan bisa dimanfaatkan peserta BPJS tanpa hambatan administratif.
Pembukaan layanan Cath Lab di RSUD Kota Tangerang menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini harus melalui sistem rujukan panjang ke berbagai rumah sakit ibu kota. Antrean tindakan jantung yang cukup tinggi di wilayah Jakarta membuat banyak pasien mengalami penundaan penanganan. Dengan hadirnya fasilitas ini secara lokal, beban rujukan diperkirakan menurun dan akses terhadap layanan kesehatan kritis menjadi lebih cepat dan efisien.
Nantinya, peserta BPJS aktif dapat menggunakan layanan operasi jantung sesuai alur rujukan tanpa syarat tambahan. Sementara masyarakat yang belum terdaftar namun membutuhkan pembiayaan, dapat difasilitasi melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD selama memenuhi ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah menilai integrasi layanan ini bukan hanya menghadirkan efisiensi, tetapi juga memperkuat jangkauan program kesehatan universal.
Dr. Dini juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung percepatan layanan, mulai dari BPJS Kesehatan hingga DPRD Kota Tangerang yang turut mengawal kebijakan tersebut. Ia berharap seluruh tahapan pemasangan, verifikasi, dan administrasi dapat selesai tanpa kendala berarti agar pelayanan operasi jantung dapat dibuka sesuai target.
Melalui layanan ini, Pemkot Tangerang ingin memastikan masyarakat mendapatkan pengalaman pelayanan kesehatan yang lebih setara. Dalam jangka panjang, kehadiran fasilitas Cath Lab di daerah diharapkan memperkuat kapasitas RSUD sebagai rumah sakit rujukan utama serta meningkatkan kualitas tata kelola pelayanan publik bidang kesehatan. Langkah ini sekaligus menjadi momentum perubahan layanan kesehatan lokal menuju standar yang lebih modern dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. ich
