Jakarta, Channelsatu.com – PAPDI Cabang DKI Jakarta membuktikan bahwa pelayanan kesehatan tak harus selalu di rumah sakit. Melalui kegiatan bakti sosial di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2, Jakarta Barat, mereka turun langsung memberi edukasi dan vaksinasi influenza kepada lebih dari 400 lansia.
Acara yang berlangsung pada 13 Juni 2025 ini menjadi momen penting bagi para lansia, yang kerap menghadapi risiko infeksi saluran napas. Dengan melibatkan lebih dari 60 dokter spesialis penyakit dalam, kegiatan ini mengedepankan sentuhan personal dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
dr. Agasjtya Wisjnu, SpPD, K-GEH, menyatakan bahwa pendekatan sosial dalam ilmu penyakit dalam sangat penting diterapkan. “Kami ingin menghadirkan dokter di tengah masyarakat, bukan hanya di ruang praktik,” tuturnya. Hal ini sejalan dengan misi promosi kesehatan yang menyentuh langsung ke komunitas.
Tak hanya edukasi, vaksinasi influenza dianggap sebagai upaya preventif yang signifikan bagi kelompok lansia yang rentan terhadap komplikasi kesehatan. Dengan vaksinasi massal, risiko rawat inap dan kematian akibat flu dapat ditekan.
PT Bio Farma sebagai penyedia vaksin turut berkontribusi aktif dalam keberhasilan acara. Menurut Sarmedi dari CSR Bio Farma, kegiatan ini merupakan sinergi ideal antara industri farmasi dan tenaga medis dalam mendukung kesehatan masyarakat.
Perwakilan Dinas Sosial DKI Jakarta, Isti Komawati, menambahkan bahwa lansia membutuhkan perhatian lintas sektor. “Kesehatan lansia bukan hanya tugas dokter, tapi juga lembaga sosial, komunitas, dan keluarga,” ujarnya dalam sambutannya.
Dari pihak panti, Bapak Edy Suryaman menyebut kegiatan ini sebagai “berkah nyata” bagi para lansia. Ia mengungkapkan bahwa flu dan gangguan pernapasan adalah masalah kesehatan paling sering dikeluhkan di lingkungan panti.
Melalui kegiatan ini, PAPDI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan dokter bukan hanya sebagai penyembuh, tetapi juga sebagai pendidik dan pelindung masyarakat. Sebuah model pelayanan kesehatan yang menyatu dengan nilai kemanusiaan. ich
