Jakarta, Channelsatu.com – Legenda musik Indonesia, Nugie, kembali menggebrak panggung musik Tanah Air dengan merilis single terbarunya, “Raksasa Palsu”. Kali ini, Nugie tidak sendirian. Ia berkolaborasi dengan Bima WP, seorang musisi muda berbakat yang dikenal dengan karya-karya kontemporernya. Kolaborasi lintas generasi ini sontak menjadi perbincangan hangat dan sangat dinantikan para penggemar, menjanjikan warna baru dalam khazanah musik Indonesia dan memperkaya diskografi Nugie.
Dirilis di berbagai platform musik digital melalui Bima WP Music Production dan label Ladofa Doredo, “Raksasa Palsu” adalah buah pikir murni dari Nugie. Liriknya ditulis sendiri oleh sang musisi, sementara aransemen musiknya dipercayakan kepada Bima WP. Lagu ini, menurut Nugie, adalah sebuah refleksi mendalam tentang keserakahan manusia.
“Lagu ‘Raksasa Palsu’ merupakan refleksi diri tentang keserakahan sebagai manusia yang ingin menjadi raksasa rakus melahap alam semesta dengan melebihi kebutuhannya,” jelas Nugie. Sebuah pesan tajam yang relevan dengan kondisi saat ini, ia menambahkan filosofi hidupnya: “Hidup itu menghidupi, bukan mengambil hidup.”
Bagi para penggemar lama, “Raksasa Palsu” seakan membawa kembali nostalgia ke trilogi album Nugie yang ikonik: Bumi, Air, dan Udara. Album-album tersebut dikenal dengan konsep grunge dan akar rock alternatif yang kental. Nugie mengaku, tidak ada alasan spesifik untuk mengemasnya demikian, melainkan semata-mata karena “kebahagiaan” berekspresi yang selalu menjadi wadah jiwanya untuk tetap dinamis, jujur, dan apa adanya.
Kolaborasi dengan Bima WP bukan tanpa alasan. Nugie menyebut Bima sebagai “partner in crime muda yang terus memberi saya inspirasi, To Rock The World Peacefully.” Di tengah jadwal padatnya sebagai personel grup musik The Dance Company dan kesibukan syuting film, Nugie tetap menjaga laju karier solonya. Ia mengaku, ide membuat lagu hampir muncul setiap bulan, yang kemudian direkam secara mandiri dan terkadang diunggah ke platform digital tanpa perlu promosi masif.
Di sisi lain, Bima WP mengaku tidak ada beban sama sekali berkolaborasi dengan musisi sekaliber Nugie. Ia sangat menikmati proses kreatif dalam menggarap musik “Raksasa Palsu,” dengan kebebasan berekspresi penuh. Mampu menggabungkan ide “liar” Nugie dengan aransemen musiknya menjadi pengalaman luar biasa bagi Bima.
“Saya senang sekali bisa mengeluarkan single kolaborasi bareng Mas Nugie,” ungkap Bima. “Sudah belasan tahun saya mengiringi aksi Mas Nugie dari panggung ke panggung sebagai partner gitar khususnya. Sangat banyak ilmu yang saya dapat, baik di bidang musik atau di luar musik. Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bisa berkolaborasi.”
Dalam menggarap aransemen “Raksasa Palsu”, Bima WP berusaha membangkitkan emosi kekesalan. Ia menggambarkan bagaimana bagian verse awal dikemas dengan sentuhan jenaka, membayangkan seseorang yang sedang bermimpi. Lalu, pada bagian reffrain, emosi kekesalan membuncah melihat akibat dari keserakahan yang tidak bertanggung jawab. Klimaks kemarahan yang tak terbendung ingin melawan hadir pada bagian interlude dengan lead guitar yang menggelegar.
Bima WP mengagumi kejujuran dalam karya-karya Nugie, yang memberinya kebebasan berekspresi dalam menciptakan musik “Raksasa Palsu.” Lagu ini, baginya, adalah ekspresi keresahan terhadap keserakahan yang merugikan baik lingkungan maupun manusia. “Dengan karakter suara khas seorang Nugie yang nge-grunge dalam balutan aransemen musik yang saya buat, semoga bisa sedikit banyaknya mengobati kerinduan pada musik-musik seperti ini,” tutup Bima WP. ich
