“Nothing Blooms at Midnight”, Album Lucien Sunmoon yang Berkisah tentang Cinta dan Luka

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Band alternatif pop asal Malang, Lucien Sunmoon, menghadirkan karya paling personal mereka melalui album penuh pertama “Nothing Blooms at Midnight”.

Album ini mengangkat tema percintaan, pengorbanan, kecemburuan, hingga kisah tak terucap yang menjadi bagian dari dinamika kehidupan para personelnya sepanjang 2025.

Keyboardis Nasywa mengungkapkan bahwa setiap lagu merepresentasikan fase emosional berbeda.

- Advertisement -

“Kami berenam lagi ada di titik hidup yang nggak mudah. Jadi lagu-lagu ini seperti jurnal bersama,” ujarnya.

Dengan pengaruh musik dari Cafuné, Grrrl Gang, Drizzly, hingga Girl and Her Badmood, warna alternatif pop yang diusung terasa lebih matang namun tetap intim.

Proses kreatif dilakukan bertahap sepanjang 2025 di Haum Studio hingga RA2 Studio. Rio Armand dipercaya menangani tahap akhir produksi.

Manajer mereka, Nayya, menyebut album ini lahir dari komitmen bersama. “Di tengah kuliah, skripsi, dan urusan pribadi, mereka tetap disiplin. Album ini bukti konsistensi mereka,” katanya.

- Advertisement -

Selain merilis album digital, Lucien Sunmoon juga menyiapkan empat video musik bersama Batas Frekuensi yang dijadwalkan rilis akhir Maret 2026. ich

Read more

NEWS