Nasi Jagal, Sepiring Daging Rempah yang Jadi Ikon Rasa Kota Tangerang

Share

Kota Tangerang, Channelsatu.com – Di antara ragam kuliner Nusantara yang terus berkembang, nasi jagal menjadi salah satu ikon rasa yang tak terpisahkan dari Kota Tangerang. Sajian daging berempah yang menggoda ini bukan sekadar makanan, melainkan juga cermin perjalanan sejarah dan pertemuan budaya yang membentuk karakter kuliner khas Tangerang.

Nasi jagal dikenal sebagai olahan daging sapi yang dimasak dengan bumbu rempah khas, disajikan bersama nasi hangat, sambal, dan bawang goreng renyah. Namun di balik kesederhanaannya, kuliner ini menyimpan kisah panjang. Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Kota Tangerang, Musyhab Abdi Asy Syahid, mengungkapkan bahwa nasi jagal pertama kali dikenalkan oleh para perantau asal Madura yang menetap di Tangerang dan sekitarnya puluhan tahun silam.

“Nasi jagal berbeda dengan kuliner khas Tangerang lainnya. Jika kebanyakan kuliner lokal lahir dari dapur budaya Betawi atau peranakan, nasi jagal justru dibawa oleh para perantau Madura. Oleh karena itu, nasi jagal adalah simbol titik temu antarbudaya yang kemudian melahirkan identitas baru di Kota Tangerang,” jelas Musyhabseperti dikutip dari Live Magazine.

- Advertisement -

Dalam perjalanannya, cita rasa nasi jagal kian kaya berkat akulturasi dengan masakan khas Betawi dan peranakan. Hasilnya adalah racikan unik berisi potongan daging empuk—sering kali menggunakan bagian has dalam, kikil, atau jeroan—yang dimasak dengan rempah beraroma kuat dan disajikan bersama nasi putih hangat. Sentuhan rasa manis, gurih, dan pedas berpadu harmonis di setiap suapan.

Keistimewaan nasi jagal terletak pada kesederhanaan yang membangkitkan selera. Taburan bawang goreng dan sambal rempah membuatnya semakin menggoda. Beberapa penjual bahkan menambahkan serundeng kelapa untuk memperkaya aroma dan tekstur, menjadikan nasi jagal sebagai hidangan lengkap yang memanjakan lidah pencinta kuliner Nusantara.

“Nasi jagal mempunyai racikan khas berupa daging empuk dengan sambal rempah dan bawang goreng renyah. Ada juga yang menambahkan serundeng, membuat rasanya semakin menggugah,” tambah Musyhab.

Kini, nasi jagal telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner Kota Tangerang. Kawasan Jalan Raya Bayur, Periuk, dikenal sebagai sentra nasi jagal yang ramai dikunjungi warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah. Di sanalah aroma daging berempah dan suara riuh pengunjung berpadu menciptakan suasana khas yang hanya bisa ditemukan di Kota Tangerang.

- Advertisement -

Lebih dari sekadar makanan, nasi jagal adalah warisan budaya yang hidup dan terus tumbuh di tengah masyarakat. Ia menjadi bukti bahwa cita rasa bisa menjadi perekat antarbudaya sekaligus penguat jati diri daerah. Dalam sepiring nasi jagal, tersimpan kisah perantauan, akulturasi, dan kebanggaan atas kekayaan kuliner lokal yang tak lekang oleh waktu. ich

Read more

NEWS