Bandung, Channelsatu.com- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan komitmen kuatnya dalam memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mengakselerasi program Pertashop. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi daerah dan ketahanan energi nasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Restuardy Daud, yang hadir mewakili Menteri Dalam Negeri dalam Musyawarah Nasional (Munas) I SPRINDO Migas 2025 di Bandung.
Dalam forum bertema “UMKM Tangguh, Kontribusi Nyata untuk Kemandirian Bangsa yang Berkelanjutan,” Restuardy menekankan peran sentral UMKM. Menurutnya, UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi 61% terhadap PDB, setara dengan Rp9.580 triliun, serta menyerap 117 juta tenaga kerja. Meskipun demikian, UMKM masih menghadapi tantangan besar, salah satunya adalah keterbatasan akses terhadap pembiayaan dan layanan keuangan formal.
“Oleh karena itu, Kemendagri mendorong sinergi pemerintah daerah dengan sektor jasa keuangan, OJK, serta lembaga terkait untuk memperluas dukungan finansial dan meningkatkan inklusi keuangan,” terang Restuardy dalam rilis yang diterima redaksi. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antarpihak untuk memastikan UMKM dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Selain isu UMKM, forum ini juga menyoroti perkembangan pesat Pertashop. Sejak tahun 2021, jumlah outlet Pertashop telah tumbuh signifikan hingga mencapai 6.600 pada awal 2024. Kehadiran Pertashop dinilai sangat penting karena tidak hanya memastikan pemerataan akses energi hingga pelosok desa, tetapi juga berpotensi menjadi sentra ekonomi lokal. Restuardy menambahkan, Pertashop dapat memperluas layanannya dengan menjual produk lain seperti LPG, pelumas, hingga menjadi minimarket.
Restuardy juga menegaskan bahwa percepatan perizinan usaha Pertashop terus menjadi perhatian, meskipun masih ada kendala di beberapa daerah. Isu lain yang mengemuka adalah perlunya penyesuaian formula margin Pertamax agar pengusaha Pertashop tetap termotivasi untuk menjual dalam jumlah optimal. Permasalahan kredit macet yang dihadapi oleh pelaku usaha di sektor ini juga akan difasilitasi melalui koordinasi lintas kementerian dan DPR RI.
Forum Munas juga menyoroti perlunya peningkatan armada distribusi Pertamina untuk menjamin ketersediaan pasokan energi di seluruh daerah, terutama di wilayah pelosok yang sulit dijangkau. Isu ini dianggap mendesak untuk memastikan program pemerataan energi berjalan efektif.
Di akhir sambutannya, Restuardy Daud menegaskan bahwa penguatan UMKM di bidang energi dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. “Forum Munas SPRINDO Migas diharapkan tidak hanya memperkuat kolaborasi multipihak, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pemerataan energi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” tutupnya, memberikan harapan besar pada hasil dari kolaborasi ini. ich
