Majantara 05 Resmi Diluncurkan: Gerakan Budaya Baru untuk Menghidupkan Semangat Kebangsaan Lewat Seni dan Keroncong Modern

Share

Jakarta, Channelsatu.com = Di bawah gemerlap cahaya panggung dan alunan musik keroncong yang mempesona, sebuah babak baru dalam perjalanan seni dan budaya Indonesia resmi dimulai. Bertempat di Plaza Teater, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu malam (25/5/2025), acara “Peluncuran Akbar Majantara 05 dan Konser Musikal Keroncong Nusantara 2025” disambut hangat oleh publik, dari seniman, budayawan, hingga generasi muda yang haus akan identitas nasional.

Majantara 05 bukan sekadar nama, melainkan gerakan budaya yang lahir dari refleksi mendalam akan pentingnya merawat warisan seni tradisi di tengah perubahan zaman. Didirikan oleh lima tokoh lintas bidang, termasuk sang penggagas Jeki Ayu—cucu dari komponis lagu kebangsaan Indonesia Raya, WR Supratman—organisasi ini hadir membawa semangat baru bagi pelestarian budaya Nusantara yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam sambutannya, Jeki Ayu mengungkapkan bahwa gagasan membentuk Majantara bermula dari kerinduan terhadap tanah air setelah hampir sepuluh tahun tinggal di Amerika Serikat. “Indonesia memanggilku pulang,” ujarnya, menggambarkan momen spiritual yang mendorongnya untuk kembali dan mengabdikan diri melalui jalur seni dan budaya. Masa pandemi COVID-19 pun menjadi titik balik yang memperkuat tekadnya.

- Advertisement -

Nama Majantara sendiri merupakan akronim dari Mahkota Rajawali Nusantara, simbol kebesaran dan semangat kebangsaan. Gerakan ini tidak hanya menyasar pelestarian budaya, tapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kebhinekaan dalam bingkai seni. Bersama tokoh seni lainnya seperti Mujib Hermani, Aidil Usman, Rudy Octave, dan Aristides Yohanes Suwono, Majantara 05 resmi berdiri tepat di hari ulang tahun Jeki Ayu—25 Mei 2025.

Acara peluncuran Majantara 05 dikemas dalam konser musikal bertajuk Keroncong Nusantara 2025, menampilkan lagu-lagu keroncong yang diramu secara modern tanpa kehilangan akar tradisionalnya. Penonton disuguhi pengalaman musikal yang tidak biasa: harmoni klasik keroncong dipadukan dengan unsur artistik kontemporer yang menyentuh rasa dan membangkitkan memori kebangsaan.

Salah satu kekuatan konser ini adalah visual panggung yang dirancang dengan sentuhan budaya Indonesia: batik, ornamen kayu khas daerah, hingga tata cahaya yang memperkuat suasana. Konser ini bukan hanya hiburan, tapi juga semacam panggilan jiwa untuk terus mencintai dan menjaga kebudayaan Indonesia agar tetap relevan di era globalisasi.

Antusiasme para tamu undangan dan masyarakat terlihat dari tepuk tangan meriah yang mengiringi setiap penampilan. Kehadiran Majantara 05 menjadi pengingat bahwa meski zaman berubah, semangat gotong royong dan cinta tanah air tetap bisa disalurkan lewat seni. Bahkan, musik keroncong pun bisa menjadi kendaraan yang relevan untuk menyuarakan kebangsaan.

- Advertisement -

Dengan peluncuran ini, Majantara 05 memantapkan langkahnya sebagai gerakan budaya Indonesia yang menginspirasi. Jeki Ayu menutup acara dengan pesan mendalam: “Majantara lahir bukan dari ambisi pribadi, tapi karena suara hati yang terus berkata: Indonesia terlalu berharga untuk dilupakan.” ich

 

Read more

NEWS