Komisaris Swasta di Tangerang Ditahan, Diduga Korupsi Proyek Internet hingga Rp2,3 Miliar

Share

Kota Tangerang, Channelsatu.com – Penegakan hukum terhadap praktik korupsi sektor digital kembali bergulir di Kota Tangerang. Seorang komisaris swasta berinisial MB resmi ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang. Ia diduga mengajukan tagihan fiktif dalam proyek pemasangan internet milik PT Telkom Akses, merugikan negara hingga lebih dari Rp2,3 miliar.

Penahanan dilakukan usai MB menjalani pemeriksaan intensif. Ia terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda saat digiring ke mobil tahanan. Penetapan tersangka ini merupakan bagian dari pengembangan kasus yang sebelumnya telah menyeret dua nama lain: AB dan RSAK.

“Ini bukan kasus baru, tapi pengembangan dari rangkaian kejahatan sistematis,” tegas Agung Teja, Kasi Intelijen Kejari Tangerang. Sebanyak 30 saksi dan dua ahli telah diperiksa untuk memperkuat alat bukti.

- Advertisement -

MB menggunakan perusahaan JRG yang dipimpinnya untuk mengajukan laporan pekerjaan yang tak pernah dikerjakan di lapangan. Klaim-klaim fiktif ini tetap disetujui dan dibayarkan oleh pihak terkait, menimbulkan potensi kerugian yang besar bagi negara.

Dalam prosesnya, PT Telkom Akses sebagai pemilik proyek memang bekerja sama dengan banyak pihak ketiga guna menyelesaikan instalasi internet di berbagai wilayah. Namun sistem kontrol yang lemah membuka peluang bagi manipulasi dan kejahatan korporasi.

“Perbuatan MB dilakukan sejak Januari 2021 hingga April 2022. Kami masih terus mendalami aliran dana dan potensi keterlibatan pihak lain,” jelas Hasbullah, Kasi Pidana Khusus Kejari.

MB dijerat dengan UU Tipikor Pasal 2 dan Pasal 3, jo Pasal 18, serta Pasal 55 KUHP, yang memperkuat posisi hukumnya sebagai pelaku dalam tindak pidana bersama. Hukuman maksimal berupa penjara hingga 20 tahun menanti.

- Advertisement -

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek digital nasional, terutama saat proyek infrastruktur internet semakin masif. Transparansi dan kontrol internal perusahaan kini menjadi kunci untuk mencegah kasus serupa terulang. ich

 

 

 

Read more

NEWS