Jumat , 22 Oktober 2021
Home / Showbiz / Sinopsis / KERAK TELOR ALIAS PIZZA BETAWI, SEMESTINYA GO INTERNASIONAL

KERAK TELOR ALIAS PIZZA BETAWI, SEMESTINYA GO INTERNASIONAL

Jakarta, channelsatu.com: Pertama kali saya mengenal dan merasakan makanan Betawi melalui Kerak Telur. Itu terjadi tiga puluh tahun lalu,  ketika saudara mengajak untuk menghadiri pesta pernikahan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Saat mencicipi makanan itu – yang kemudian saya tahu namanya Kerak Telur –  dan rasanya demikian gurih, justru saya menganggapnya sebagai jajanan – bukan makanan atau menu seperti Soto Betawi atau Lontong Sayur (dengan embel-embel ) Betawi.

Penduduk asli Jakarta jelas tidak asing dengan Kerak Telur yang berbahan dasar ketan putih dan telur ini. Sebaliknya  menurut catatan sejarah setidaknya, tidak bisa dipastikan kapan jajanan Kerak Telur  mulai muncul . Tetapi di satu sisi, jajanan ini yang tergolong tradisional tidak pernah absen – bahkan banyak sekali yang  jual – jika ada acara Pekan Raya Jakarta , dulu disebut Jakarta Fair.  

Cara membuatnya Kerak Telur sungguh unik. Ketan putih ditaruh di wajan –penggorengan- kecil, lantas dipanasin dengan alat masak memakai arang, terus diberi telur (bisa telur ayam atau bebek, tapi telur bebek terasa gurih)  dan ditaburi bumbu rempah-rempah.  Begitu kering  alias matang, segeralah dihidangkan . cukup sederhana cara memasaknya. Hanya saja yang membedakan taburan rempah rempahnya – ini yang membuat rasanya beda.

Umumnya  penjual Kerak Telur di Pekan Raya Jakarta  – diadakan bulan Juni Juli –  adalah turun temurun. Mereka ini datang berjualan dengan gerobak pikulan yang khas serta alat masak tradsional, dari daerah yang jauh –  dari Bekasi, Buncit atau dari wilayah Ciputat. Sedangkan lokasi Pekan Raya Jakarta berada di  Kemayoran .

Bustomi (36 tahun) penjual Kerak Telur – asal Buncit, Jakarta, yang dijumpai ChannelSatu .com mulai berdagang tahun 1986. Sebelumnya kakek dan ayahnya juga berdagang  Kerak Telur. Artinya mereka berjualan secara turun temurun . Kata lain pula jajanan Kerak Telur  sudah cukup lama keberadaannya – sebagai makanan Betawi. Kini harga Kerak Telur sepuluh ribu rupiah untuk telur ayam dan Rp 12.500,00 untuk telur bebek.

Jika Pekan Raya Jakarta  belum terselenggarakan pada waktunya, harus diakui mencari jajanan Kerak Telur terasa susah. Walaupun di beberapa kedai modern menyediakan, itupun di salah satu cafe di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng  atau di dekat Lapangan Blok S,  Kebayoran Baru.

Memang ada pedagang Kerak Telur yang menjajakan keliling, tapi pedagang ini – berasal dari Buncit-  hanya berkeliling di wilayah Jakarta Timur.  Perlu diketahui bahwa warga Buncit – di Buncit 10 Jakarta-  melestarikan  jajanan tradisi ini  Hampir tiap rumah di Buncit itu memproduksi Kerak Telur. Mereka jika tidak ada Pekan Raya Jakarta, berdagang keliling ke wilayah terdekat dan sebenarnya punya pelanggan khusus – yaitu etnis China.

Jika Anda yang ingin menikmati Kerak Telur  boleh jadi datang  ke Situ Babakan, tempat wisata Betawi.  Kampung Betawi dekat Depok itu memang tempat wisata – tiap hari Sabtu dan Minggu sangat ramai pengunjung. Di tempat itulah Kerak Telur mudah dicari.

Sebenarnya Kerak Telur – di daerah lain –  pun ada. Di Bandung ,di depan Gedung Sate banyak dijajakan.  Di Semarang dapat ditemui di kawasan Simpang Lima, persisnya di muka gerbang Masjid Agung Baiturahman. Di Bali di Jalan Cokroaminoto – di samping bengkel mobil Daihatsu. Juga di Jalan Teuku Umar depan Purimas.

Di Yogyakarta , jika ada acara sekaten banyak sekali Kerak Telur dijajakan pedagang. Di Surabaya, makanan Betawi  banyak terdapat di sekitar Jalan  Kusuma Bangsa, tepatnya di Taman Hiburan Remaja. Nah, disitu Kerak Telur pasti digelar. Bahkan di kota Mojokerto (di alun –alun), Jawa Timur, Kerak Telur tersedia. Dengan telur bebek harga dipatok sepuluh ribu rupiah.

Kiranya tidak berlebih-lebihan apabila Kerak Telur go internasional. Tentunya semuanya ini mesti dipersiapkan melalui promosi secara matang dan niat sungguh-sungguh. Tidak sekadar setengah-setengah. Maksudnya mesti serius. Bukankah Kerak Telur itu mirip dengan pizza – kenapa tidak bisa go internasional?  Semuanya itu tentu tergantung bagaimana cara mengolahnya.

Pada acara Enjoy Jakarta Food Festival – tahun 2009-  Pemerintah Daerah Khusus ibukota Jakarta mencanangkan  Kerak Telur go Internasional (Fauzi Bowo yang mencanangkan).  Di acara tersebut  berkumpulah para koki profesional  membuat Kerak Telur berbagai rasa.  Di antaranya Kerak Telur rasa kurma, paprika dan complic.

Para Koki ini  mempertahankan rasa asli Kerak Telur  – kendati mereka masak dengan kompor bukan tungku seperti yang dilakukan para pedagang . Bahan dasarnya sama , hanya cara masaknya berbeda, dan sedikit variasi. Inovasi seperti itulah diperlukan . Tanpa inovasi  dan variasi yang digulirkan koki berpengalaman , Kerak Telur  hanya akan dikenal di wilayah regional saja.

Tak dipungkiri memasak Kerak Telur tergolong benar-benar khas  – diameter Kerak Telur  Cuma berukuran sepuluh sentimeter. Ketan putih tidak dimasak dengan miyak goreng atau margarin. Ketan beras direndam lalu dimasukkan di atas wajan bergagang kayu. Terus diaduk membentuk bulatan hingga kering.

Setelah mengering dan menjadi kerak, wajan pun di balik. Beras ketan itu dihadapkan pada anglo tungku pembakaran arang – supaya  matangnya merata- tidak hanya bagian bawah. Barulah ketan ditaburi ebi – udang kecil kering, cabe giling, garam, penyedap rasa dan bawang goreng.

Bumbu –bumbu itu diaduk  sampai rata lalu ditambahi serundeng kelapa yang sudah disangrai dengan bumbu jahe, kencur, kunyit, bawang merah , cabe merah , gula hingga coklat. Setelah itu telur ayam ayam atau bebek dimasukkan.  Barulah diaduk diaduk – sehingga membentuk telur dadar bulat.

Untuk membuat Kerak Telur membutuhkan waktu tidak sampai lima menit. Dan untuk menikmati lebih enak saat hangat. Sebab terasa renyahnya  – dengan sedikit pedas, serta kepulan asap membikin aroma tersendiri. Rempah rempahnya  harum baunya, begitu eksotik. Terlebih lagi ditemani teh atau kopi. Betapa nikmatnya menyantap Kerak Telur . Maka sudah semestinya bisa go internasional .  (Syamsudin Noer Moenadi,  pemerhati kuliner dan dosen ) .      

 

About ibra

Check Also

Ketum Pafindo dan Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Kebudayaan, Prof Agus Suradika

Ketum Pafindo Gion Prabowo, “Ini Bukan Pepesan Kosong”

Jakarta, channelsatu.com:”Kantor kita di Jakarta. Cari makan di Jakarta. Rumah kita di Jakarta. Tentu sudah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *