Jakarta, Channelsatu.com – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Listyo Sigit Prabowo, menyatakan bahwa pihaknya terus mengantisipasi potensi gelombang kedua arus balik Lebaran 2026, meskipun puncak arus balik gelombang pertama telah terlewati.
Berdasarkan data terbaru, jumlah kendaraan yang telah kembali ke wilayah Jakarta mencapai lebih dari 2 juta unit. Angka ini menunjukkan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi selama periode arus balik.
“Per tadi malam ya, ada catatan kurang lebih 1.958.838 kendaraan yang masuk. Dan baru saja tadi kita cek lagi di jam 12.00 ada 82.000 sehingga total kurang lebih 2.040.000 yang sudah masuk Jakarta,” ujar Sigit.
Ia menjelaskan bahwa masih terdapat selisih kendaraan yang belum kembali ke Jakarta dari total jumlah kendaraan yang keluar saat arus mudik.
“Artinya masih ada sisa dari kurang lebih 2.521.229 kendaraan yang meninggalkan Jakarta dikurangi 2.040.000, itulah yang menjadi PR kita untuk bisa kita urai di kegiatan yang terkait dengan puncak arus balik,” tambahnya.
Dalam rangka menjaga kelancaran arus lalu lintas, Kepolisian telah menerapkan berbagai strategi, termasuk rekayasa lalu lintas serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Di sisi lain, Kapolri menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 secara resmi berakhir pada hari ini. Namun demikian, Polri tetap melanjutkan pengamanan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
“Karena hari ini operasi kita sudah selesai, kita tambahkan tiga atau empat hari dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan. Ini semua menjadi bagian dari upaya untuk supaya rangkaian arus mudik dan arus balik betul-betul bisa terjaga dengan baik,” tutup Sigit.
Dengan langkah tersebut, diharapkan seluruh rangkaian arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. ich
