Jakarta, Channelsatu.com – KAN JIA Pictures resmi memperkenalkan karya debutnya *“Where The Rainbow Ends?”*, sebuah drama perjalanan yang menggabungkan unsur budaya Indonesia dan Jepang. Film ini dirancang sebagai pengalaman sinematik yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga menyentuh di tingkat emosional.
Sebagai film perdana, *Where The Rainbow Ends?* menjadi simbol keyakinan bahwa kisah sederhana dapat meninggalkan kesan mendalam bila disampaikan dengan ketulusan. Film ini mengeksplorasi tema pencarian jati diri, kehilangan, dan harapan melalui perjalanan seorang remaja dalam menemukan makna rumah sejati.
Produksi yang dimulai pada Oktober 2025 di Jepang melibatkan kolaborasi erat dengan WOWNAS dan mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Kota Shiga. Keindahan lanskap Shiga menjadi elemen visual yang memperkaya cerita, sekaligus memperkenalkan sisi lain Jepang yang belum banyak tersorot di layar lebar.
Sutradara Hendy Sukarya dan Mawan Kelana menjadi duet kreatif di balik film ini. Pendekatan sinematik keduanya menghadirkan keseimbangan antara estetika visual dan kedalaman emosional, menjadikan film ini bukan sekadar tontonan, tetapi pengalaman yang personal bagi penonton.
KAN JIA Pictures sendiri lahir dari semangat menghadirkan sinema yang jujur, hangat, dan membumi. Dengan dukungan para produser seperti Julyana Tariani dan Rizaldi Chaka, film ini menjadi tonggak awal rumah produksi tersebut dalam membangun reputasi di industri film Asia.
Lebih dari itu, *Where The Rainbow Ends?* merepresentasikan kekuatan kolaborasi antarbangsa, di mana sinema menjadi jembatan budaya yang mempererat hubungan emosional dua negara.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 2026 dan diharapkan menjadi salah satu karya penting dalam sinema Asia modern.
Dengan cerita universal dan pendekatan visual yang memukau, *Where The Rainbow Ends?* siap membawa penonton pada perjalanan melintasi batas geografis menuju ruang batin yang disebut “rumah”.
