Senin , 13 Juli 2020
Home / Hot News / Megapolitan / Jeng Ana Sukses Berkat Dukungan Keluarga

Jeng Ana Sukses Berkat Dukungan Keluarga

Jakarta,channelsatu.com: Siapa yang tak kenal Ratu Herbal Jeng Ana. Keahliannya dalam mengobati penyakit yang diderita pasien secara alami sudah terbukti ampuh. Namun, semua itu tak akan terwujud diakuinya tanpa kerja keras dan dukungan keluarga.

“Tanpa dukungan keluarga, khususnya suami tak mungkin saya bisa seperti sekarang. Seorang istri kalau mau maju harus dapat dukungan dan restu suami,” terang ibu dua anak ini.

Menyoal soal keahliannya bisa mengobati lewat pengobatan alternatif, karena Sejak kecil Jeng Ana suka membantu kakeknya, yang  seorang mantri desa alias penyembuh alternatif yang sehari-harinya membantu warga yang menderita sakit.

Saat itu, hampir setiap hari Ina Soviana begitu pemilik nama asli wanita anggung ini, turut sibuk membantu sang kakek, mbah Kadam Sastro Ningrat. Membuat ramuan-ramuan obat tradisional untuk keperluan pasien penderita berbagai jenis penyakit. Dari sinilah perempuan kelahiran 15 Juli 1977 ini banyak belajar mengenal ramuan herbal secara otodidak.

Ketika sang kakek meninggal, Ina pun bertekad untuk melanjutkan keahlian orang yang dicintainya itu. Kebetulan sang kakek mewarisinya tanah seluas 1,5 hektare yang sudah ditanami ratusan macam tanaman obat.

Waktu itu usia Jeng Ana sudah sekitar 20 tahun. Karena sang kakek sudah tidak ada, maka perempuan muda ini mulai memberanikan diri untuk terjun menggantikan sang kakek melakukan pengobatan ketika ada warga yang sakit datang berobat.

“Setiap bulan selalu ada yang minta meminta bantuan, dan Alhamdulillah sembuh.” tutur Jeng Ana.

Kondisi ini semakin meyakinkan Jeng Ana untuk melanjutkan dan melestarikan warisan leluhur. Niatnya semakin kuat ketika melihat kondisi kehidupan masyarakat yang semakin sulit lantaran krisis moneter yang terjadi kala itu.

Banyak masyarakat yang tidak bisa berbuat apa-apa dengan penyakit yang dideritanya karena tidak mampu membayar biaya rumah sakit yang mahal.

“Atas desakan beberapa teman dan keluarga, saya akhirnya memutuskan untuk buka klinik,” jelasnya.

Untuk memperdalam pengetahuannya, Jeng Ana lantas hijrah ke Jakarta. Di ibukota, Jeng Ana banyak belajar, baik melalui pendidikan formal maupun informal. Pelahan, namun pasti, keputusannya untuk membangun klinik herbal itu akhirnya bisa terwujud.

Tentu saja klinik pertama yang dibuka belum seperti sekarang ini. Kondisinya waktu itu masih apa adanya. Namanya juga merintis, sudah tentu memerlukan proses untuk meraih sukses. Apalagi kesadaran masyarakat akan pentingnya pengobatan herbal saat itu masih cukup rendah.

Karena sebagian besar masyarakat masih cenderung menganggap obat-obatan kimia sebagai obat yang paling mujarab. Padahal obat-obatan kimia justru memiliki efek samping yang bisa membahayakan kesehatan, karena bisa merusak ginjal dan lever.

“Namun saya selalu berusaha untuk meyakinkan masyarakat bahwa herbal merupakan pengobatan yang sangat menjanjikan,” tegasnya tersenyum dengan lesung pipit yang memikat.

Perjuangan keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Belakangan masyarakat mulai melek tentang besarnya manfaat pengobatan herbal. “Pengobatan herbal merupakan pengobatan kasih sayang antara alam dan manusia,” ujar perempuan yang kini punya empat tempat praktek. Yaitu, Jakarta, Bali, Bandung, Tangerang, dan Pekan Baru. Serta sebentar lagi akan buka cabang di Bogor.

Kini, wanita yang semasa kecil dianggap telah mati itu telah menjadi ikon dalam dunia pengobatan herbal. Bisa dikatakan ia adalah nomor satu di Indonesia saat ini. Tak heran bila kalangan media kemudian menyematkan julukan padanya sebagai Ratu Herbal Indonesia.

Di tengah kesibukannya yang semakin padat, Jeng Ana tak pernah melupakan keluarga. Perempuan anggun ini selalu menyisakan waktu buat putra-putri dan suami tercintanya.

Dari buah pernikahannya dengan Suprayitno, Mereka dikaruniai dua orang putra-putri. Anak pertama lahir pada 8 Oktober 2003, bernama Radiffa Ardhya Prananda. Sedangkan anak kedua pasangan bahagia ini adalah perempuan bernama Nandhika Ayshiara Calista yang lahir pada 11 Januari 2005. (KHJA/ibra)

About ibra

Check Also

Priskila Peduli Covid 19. Foto: Ist.

Peduli Tenaga Kesehatan, Priskila Bagikan Paket ‘Stress Relief’ ke RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Jakarta

Jakarta, channelsatu.com: Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona mengalami peningkatan sampai hari ini (13/4). Di …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *