Jakarta, Channelsatu.com – Perusahaan teknologi global Ericsson kembali menegaskan pentingnya percepatan implementasi jaringan 5G sebagai fondasi utama dalam memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Indotelko Forum 2026 yang digelar di Jakarta.
Dalam forum tersebut, Ericsson menilai bahwa 5G bukan lagi sekadar perkembangan teknologi, melainkan telah menjadi infrastruktur strategis yang akan menopang transformasi digital lintas sektor, mulai dari manufaktur, logistik, energi hingga layanan publik.
Secara global, tren adopsi 5G terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Berdasarkan Ericsson Mobility Report, jumlah pelanggan 5G diperkirakan mencapai 2,9 miliar pada 2025 dan melonjak menjadi 6,4 miliar pada 2032.

President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menegaskan bahwa 5G kini telah menjadi kebutuhan mendasar dalam pembangunan ekonomi digital nasional.
“5G telah menjadi infrastruktur nasional yang krusial. Teknologi ini akan mempercepat transformasi digital Indonesia melalui jaringan berkecepatan tinggi, andal, dan berlatensi rendah yang penting untuk mendukung aplikasi digital canggih,” ujarnya.
Nora menambahkan bahwa jaringan digital kini berperan penting dalam kehidupan sehari-hari dan mendukung layanan vital di berbagai sektor.

“Saat ini, jaringan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari dan berperan sentral terhadap kemajuan ekonomi. Karena itu, Indonesia membutuhkan jaringan 5G yang aman, tangguh, cerdas, dan berkinerja tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal, menilai bahwa percepatan implementasi 5G juga harus dibarengi dengan kebijakan strategis yang tepat.
“Adopsi AI dan 5G di Indonesia masih berada pada tahap awal dibandingkan negara lain di Asia Tenggara. Namun dengan kebijakan spektrum yang tepat dan kolaborasi yang kuat, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi digital,” jelas Ronni.

Ia menegaskan bahwa keputusan yang diambil saat ini akan sangat menentukan arah masa depan ekonomi digital Indonesia.
“Pada akhirnya, keputusan dalam membangun dan mengelola jaringan akan menentukan seberapa cepat Indonesia mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor, Ericsson optimistis implementasi 5G dapat menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi digital nasional. ich
