Jakarta, Channelsatu.com – Direktorat kebijakan sumber daya aparatur negara kembali mendapat sorotan setelah Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Taufik Hidayat, mengapresiasi inisiatif Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam membangun budaya olahraga di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh dan jajaran pejabat pimpinan tinggi madya BKN di Gedung Kemenpora, Jakarta.
Taufik Hidayat menilai langkah BKN yang menginisiasi kolaborasi lintas instansi dalam mendorong aktivitas olahraga sebagai upaya konkret meningkatkan kesadaran ASN terhadap pentingnya gaya hidup sehat. Menurutnya, budaya olahraga yang terbangun secara konsisten akan berdampak langsung pada peningkatan kesehatan, produktivitas, dan kinerja aparatur pemerintahan.
Dalam kesempatan tersebut, Taufik menegaskan kesiapan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mendukung program-program BKN yang bertujuan mengintegrasikan olahraga ke dalam keseharian ASN. Ia menyebut inisiatif tersebut sejalan dengan mandat Kemenpora dalam mendorong partisipasi olahraga masyarakat secara luas, termasuk di lingkungan birokrasi pemerintahan.
Sejalan dengan gagasan Kepala BKN, Taufik menyampaikan bahwa budaya olahraga tidak harus dimulai dari kegiatan yang kompleks. Aktivitas sederhana seperti jalan sehat, lari, dan bulu tangkis dinilai mudah diterapkan dan dapat diikuti oleh ASN dari berbagai latar belakang, baik di instansi pusat maupun daerah.
Menurut Taufik, kegiatan olahraga yang inklusif dan fleksibel akan memudahkan ASN untuk menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas kerja. Dengan demikian, olahraga tidak lagi dipandang sebagai aktivitas tambahan, melainkan sebagai kebutuhan dasar untuk menjaga kebugaran dan keseimbangan kerja.
Selain membahas penguatan budaya olahraga, pertemuan tersebut juga menjadi ajang pertukaran pandangan terkait pengelolaan birokrasi. Taufik menyampaikan bahwa Kemenpora terbuka untuk belajar dari BKN dalam hal manajemen ASN dan tata kelola organisasi pemerintahan.
Ia menilai pengalaman BKN dalam merumuskan kebijakan kepegawaian nasional dapat menjadi referensi penting bagi Kemenpora dalam meningkatkan efektivitas dan profesionalisme birokrasi di internal kementerian.
Pertemuan ini sekaligus menandai komitmen bersama antara Kemenpora dan BKN untuk memperkuat sinergi lintas lembaga. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan ASN yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga produktif dan mampu menjalankan tugas pemerintahan secara optimal.
Upaya membangun budaya olahraga di lingkungan ASN dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam reformasi birokrasi, seiring dengan tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat, adaptif, dan berorientasi pada kinerja. ich
