Jakarta, Channelsatu.com – Pembahasan mengenai kepemimpinan umumnya identik dengan teori, strategi dan berbagai pendekatan serius. Namun, Ita Sembiring memilih cara berbeda dengan menghadirkan humor dan kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui buku terbarunya, #HaHa Leadership.
Buku tersebut resmi diluncurkan dalam acara Book Launching & Press Conference di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Lewat buku ini, Ita mengajak pembaca melihat berbagai persoalan kepemimpinan dari sudut pandang yang lebih ringan, dekat dengan keseharian dan sesekali menggelitik.
Meski dikemas dengan humor, #HaHa Leadership tidak sekadar menawarkan hiburan. Buku ini justru mengajak pembaca bercermin terhadap perilaku dan karakter dalam dunia kerja, termasuk mempertanyakan diri sendiri mengenai tipe pemimpin yang selama ini dijalani.
“Setiap humor memiliki ruang interpretasi dan lewat komedi pula kita mampu memulai bahkan membangun percakapan sekalipun topiknya tidak mudah. Jadi melalui buku ini saya mencoba menyajikan keresahan pribadi dalam dunia kerja,” ujar Ita Sembiring.
Penulis yang telah menghasilkan belasan novel dan naskah film itu menggambarkan kepemimpinan bukan sebagai posisi yang menuntut seseorang selalu terlihat sempurna. Sebaliknya, seorang pemimpin dituntut memiliki keberanian untuk terus belajar sekaligus membantu orang-orang di sekitarnya berkembang.
Menurut Ita, kemampuan seorang pemimpin dalam menciptakan lingkungan yang memungkinkan orang lain tumbuh menjadi bagian penting dari kepemimpinan. Karena itu, persoalan kepemimpinan dalam buku tersebut didekatkan dengan pengalaman yang mungkin ditemui pembaca dalam kehidupan profesional.
Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah dunia kerja yang mengalami perubahan cepat. Kreativitas, kolaborasi, keberanian menyampaikan gagasan dan kemampuan beradaptasi menjadi sejumlah hal yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan organisasi.
Melalui humor, Ita berharap pembaca tidak hanya mengenali berbagai karakter pemimpin, tetapi juga mampu melihat kembali pengalaman mereka sendiri tanpa harus terjebak dalam sikap menghakimi.
“Melalui buku ini saya mencoba berbagi rasa termasuk cara mengelola rasa itu sendiri demi bisa memimpin diri sendiri terlebih dahulu agar selanjutnya mampu menerima pemimpin yang bagaimanapun bentuknya,” katanya.
Ita berharap #HaHa Leadership dapat menjadi bacaan yang membantu pembaca mengenali situasi yang familiar di lingkungan kerja. Dengan tertawa bersama, pembaca diharapkan dapat melihat persoalan kepemimpinan dari perspektif berbeda sekaligus menemukan ruang untuk melakukan refleksi. ich
