“I’m on My Way”: Isyana Sarasvati Rayakan Kesadaran dan Ketenangan Lewat Musik

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Dalam semesta musik yang terus berubah cepat, **Isyana Sarasvati** memilih jalan berbeda — kembali ke keheningan. Melalui single terbarunya “I’m on My Way”, bab pembuka dari rangkaian **Cecilia**, Isyana merayakan perjalanan batin menuju kesadaran dan ketenangan spiritual. Lagu ini bukan sekadar karya pop lembut, tetapi wujud penyerahan diri yang menyentuh hati pendengarnya.

Lagu ini merupakan bagian dari proyek besar menuju album **EKLEKTIKO**, yang disebut-sebut sebagai karya paling personal sepanjang karier Isyana. Ditulis dan diproduksi langsung oleh sang musisi, “I’m on My Way” menggambarkan proses penyembuhan setelah masa refleksi panjang. “Aku menulisnya saat merasa hilang arah, dan dari sanalah aku menemukan diriku lagi,” ujar Isyana dalam pernyataannya.

Secara musikal, lagu ini mengalun tenang dengan komposisi pop melankolis berpadu string harmoni hasil aransemen **Lafa Pratomo**. Tidak ada ambisi besar dalam bentuk aransemen megah, justru kesederhanaan yang dihadirkan menjadi kekuatannya. Isyana mengajak pendengar berdialog dengan diri mereka sendiri melalui suara lembutnya yang penuh perasaan.

- Advertisement -

Konsep **Cecilia** menjadi representasi sisi feminin Isyana — lembut namun tegas, intuitif namun rasional. Bab ini menampilkan sosok Isyana yang lebih sadar akan makna kehidupan, menghadirkan nilai **“Divine Feminine”** yang menjadi benang merah dari seluruh visual dan musikalitasnya.

Video musik “I’m on My Way” disutradarai oleh **Dani Huda** dan mengambil lokasi di **Gunung Agung dan Savana Tianyar, Bali**. Dua lanskap tersebut menjadi simbol penyatuan manusia dengan Tuhan, atau yang dikenal dengan konsep **“Manunggaling Kawula Gusti”**. Penggunaan kamera analog memberikan kesan klasik dan mistis yang memperkuat pesan spiritual dari lagu ini.

Pilihan Gunung Agung sebagai latar bukan tanpa alasan — gunung ini dipercaya masyarakat Bali sebagai simbol keagungan Tuhan. Sementara itu, Savana Tianyar menggambarkan ruang luas tempat manusia dan alam bertemu dalam harmoni. Simbolisme ini menegaskan bahwa musik Isyana kini bertransformasi menjadi jembatan antara batin dan semesta.

Dengan “I’m on My Way”, Isyana tidak hanya menulis lagu, tapi juga menulis bab kesadaran baru. Ia menolak sekadar mengikuti arus industri, dan memilih menyelami kedalaman dirinya sendiri. Musik ini menjadi ruang doa, penyembuhan, dan penemuan makna baru akan hidup.

- Advertisement -

Bab Cecilia akan terus berkembang hingga akhir tahun 2025, menjelang rilis album **EKLEKTIKO**. Dalam perjalanan panjang itu, Isyana membuktikan bahwa musik yang lahir dari kejujuran akan selalu menemukan jalannya — seperti dirinya yang kini tengah berada “on her way.”

Read more

NEWS