IKEA Ungkap Kebiasaan Penyimpanan di Rumah, 68 Persen Rumah Tangga Punya Laci Berisi Barang Campuran

Share

Kota Tangerang, Channelsatu.com – Rumah yang terlihat rapi belum tentu membuat seluruh penghuninya mudah menemukan barang yang dibutuhkan. Persoalan penyimpanan ternyata bukan hanya berkaitan dengan banyaknya barang, tetapi juga kebiasaan setiap anggota keluarga dalam mengambil dan mengembalikan barang ke tempat semula.

Hal tersebut tergambar dalam IKEA Store & Organise Report 2026. Berdasarkan riset global yang dilakukan YouGov terhadap 31.488 responden di 31 negara, sebanyak 68 persen rumah tangga yang disurvei memiliki laci atau kotak berisi berbagai barang tanpa tempat penyimpanan khusus.

Selain itu, 38 persen responden mengaku membiarkan barang tidak dibereskan sendiri dengan harapan orang lain akan mengurusnya. Temuan ini memperlihatkan bahwa kebiasaan membereskan dan sistem penyimpanan menjadi dua hal yang perlu diperhatikan dalam menciptakan rumah yang lebih tertata.

- Advertisement -

Interior Design Leader IKEA Indonesia, Alfinda Krista Rahardyana, mengatakan bahwa penataan penyimpanan sebaiknya mempertimbangkan bagaimana barang digunakan dan dikembalikan oleh penghuni rumah.

“Saat menata penyimpanan, kita seharusnya memperhatikan cara barang diambil dan dikembalikan. Kalau setiap kali ingin menyimpan sesuatu harus membuka beberapa laci, memindahkan barang lain, atau berjalan ke ruangan berbeda, kita mungkin akan memilih meletakkannya di tempat terdekat,” ujar Alfinda.

Menurutnya, posisi dan jenis penyimpanan sama pentingnya dengan kapasitas. Rak terbuka, kabinet berpintu, maupun penyimpanan dinding memiliki fungsi berbeda sesuai jenis barang dan aktivitas yang dilakukan.

Salah satu langkah sederhana yang bisa diterapkan adalah menyediakan tempat khusus di dekat pintu masuk untuk menyimpan kunci kendaraan, kartu akses, kacamata, dan barang kecil lainnya. IKEA menawarkan koleksi SKÅDIS berupa papan berlubang yang dapat dilengkapi pengait, wadah, dan klip sesuai kebutuhan.

- Advertisement -

Sementara itu, untuk ruang keluarga, penggunaan rak dengan kompartemen berbeda dapat membantu memisahkan buku, mainan, perlengkapan sekolah, dan koleksi pribadi. Seri KALLAX, misalnya, memiliki kompartemen terbuka yang dapat dilengkapi kotak, laci, maupun sisipan berpintu.

Penataan juga perlu memperhatikan koleksi pribadi yang ingin tetap terlihat maupun barang yang sebaiknya disimpan tertutup. Seri BILLY dapat digunakan untuk buku, album foto, dan pajangan. Rak ini tersedia dalam berbagai ukuran, termasuk model dengan kedalaman sekitar 28 sentimeter, serta pilihan pintu seperti OXBERG.

Untuk area televisi, sistem modular BESTÅ memungkinkan penghuni mengatur kabinet dengan kombinasi pintu, laci, dan rak. Remote serta aksesori elektronik dapat disimpan dalam laci, sementara buku dan dekorasi bisa ditempatkan di bagian terbuka atau di balik pintu kaca.

Alfinda mengingatkan bahwa pemilihan furnitur juga harus mempertimbangkan ruang gerak penghuni. Ukuran lemari yang sesuai dengan luas ruangan belum tentu nyaman digunakan apabila pintu atau lacinya terbentur furnitur lain.

“Jadi, sebelum membeli, pastikan Anda juga memperhitungkan ruang di sekitarnya, bukan hanya tempat untuk meletakkan furnitur tersebut,” tutupnya.

Melalui berbagai pilihan rak, kabinet, dan aksesori penyimpanan, IKEA Indonesia mendorong masyarakat untuk menyesuaikan sistem penyimpanan dengan kebiasaan serta kebutuhan seluruh anggota keluarga. Dengan begitu, aktivitas mengambil dan mengembalikan barang dapat menjadi bagian yang lebih mudah dari rutinitas sehari-hari. ich

Read more

NEWS