Kota Tangerang, Channelsatu.com – Kesempatan tampil dalam film layar lebar sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah menarik perhatian ratusan warga dalam open casting film Kitab Nuswantara: Laras Menjaga Tanah Leluhur. Kegiatan yang berlangsung di Kampus Universitas Buddhi Dharma, Kota Tangerang, Selasa (13/10/2026), menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan potensi di bidang seni dan pertunjukan.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memberikan dukungan terhadap kegiatan yang merupakan kolaborasi Lumbung Dongeng Nuswantara, Disbudpar, dan kalangan akademisi tersebut.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak, remaja, hingga lansia. Mereka mengikuti proses seleksi dengan menunjukkan kemampuan di bidang seni peran, tari, musik, hingga bela diri silat.
Kepala Disbudpar Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pencarian talenta tersebut. Menurutnya, open casting ini menjadi wadah bagi warga untuk mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan keterampilan di bidang seni.
“Kami melihat antusiasme masyarakat Kota Tangerang sangat luar biasa. Ratusan peserta dari berbagai usia ikut serta. Ini bukti bahwa Lumbung Dongeng Nuswantara mampu merangkul semua kalangan,” ujar Boyke.
Ia menambahkan, perkembangan industri kreatif, khususnya perfilman dan seni pertunjukan, sejalan dengan program Gampang Kerja yang diusung Pemkot Tangerang. Subsektor tersebut dinilai dapat membuka peluang profesi baru bagi masyarakat lokal.
Selain menjadi ruang pencarian bakat, film ini juga membawa misi memperkenalkan potensi sejarah, budaya, dan pariwisata Tangerang. Sejumlah ikon daerah direncanakan hadir dalam cerita, mulai dari Klenteng Boen Tek Bio, Masjid Jami Kali Pasir, kawasan Pasar Lama, hingga Pintu Air 10.
Tidak hanya bangunan bersejarah, kekayaan kuliner khas Tangerang seperti laksa, bakcang, dan dodol juga menjadi bagian dari potensi lokal yang ingin diperkenalkan melalui film tersebut.
“Film ini menampilkan berbagai ikon daerah seperti Klenteng Boen Tek Bio, Masjid Jami Kali Pasir, Pasar Lama, Pintu Air 10, hingga kuliner khas laksa, bakcang dan dodol Tangerang. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak UMKM, akomodasi, transportasi, serta meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota Tangerang,” tambah Boyke.
Sementara itu, Creative Producer sekaligus musisi dan aktor Agustinus Gusti Nugroho menjelaskan, open casting di Universitas Buddhi Dharma merupakan titik ketujuh dalam rangkaian pencarian talenta lokal di wilayah Banten.
Ia menyebut film dongeng keluarga tersebut mengangkat kebudayaan lokal, termasuk kehidupan masyarakat Benteng di sekitar Sungai Cisadane, serta merangkum cerita dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa dan memukau. Kami ingin film ini menjadi milik bersama warga Banten, di mana seluruh potensi bakat seperti akting, musik, tari, hingga fesyen dapat terwadahi sekaligus berdampak positif bagi perekonomian,” terang Gusti.
Dari sisi akademisi, Rektor Universitas Buddhi Dharma Lima Jatini menyambut baik pemilihan kampusnya sebagai lokasi pelaksanaan open casting berskala regional. Ia menilai proyek film tersebut dapat menjadi sarana edukasi budaya bagi mahasiswa dan masyarakat.
“Film ini mengangkat kisah dan kebudayaan lokal Banten, termasuk kebudayaan Cina Benteng sebagai wujud akulturasi yang kental di Kota Tangerang. Ini menjadi sarana edukasi budaya yang sangat berharga bagi mahasiswa dan masyarakat luas,” tutur Lima.
Melalui proyek Kitab Nuswantara: Laras Menjaga Tanah Leluhur, kolaborasi pemerintah, pelaku industri kreatif, akademisi, dan masyarakat diharapkan dapat membuka ruang bagi talenta lokal sekaligus memperkenalkan warisan budaya Banten kepada khalayak yang lebih luas. ich
