Gampang Sembako Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Kota Tangerang 5,20 Persen

Share

Kota Tangerang, Channelsatu.com – Program Gampang Sembako yang digagas Pemerintah Kota Tangerang terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sepanjang 2025. Program intervensi pangan ini menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang mencapai 5,20 persen, naik dari 5,04 persen pada 2024, sekaligus menekan angka kemiskinan dari 5,43 persen menjadi 5,19 persen.

Capaian positif tersebut menunjukkan bahwa kebijakan berbasis kebutuhan dasar masyarakat masih menjadi instrumen efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal di tengah tekanan ekonomi nasional yang dinamis. Akses terhadap bahan pangan murah dan terjangkau menjadi bantalan penting bagi daya beli warga, terutama kelompok rentan dan berpenghasilan menengah ke bawah.

Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menegaskan bahwa peningkatan indikator ekonomi tersebut tidak terlepas dari konsistensi pelaksanaan Program Gampang Pangan Murah yang digelar secara merata di 13 kecamatan se-Kota Tangerang sepanjang 2025.

- Advertisement -

Menurut Ruta, program tersebut tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga berperan strategis dalam menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen. Dengan distribusi yang merata dan pelibatan berbagai pihak, fluktuasi harga dapat ditekan sekaligus mencegah lonjakan inflasi pangan.

Selain fokus pada akses pangan murah, Pemerintah Kota Tangerang juga memperkuat fondasi ketahanan pangan melalui pengembangan program urban farming. Program ini melibatkan 76 Kelompok Wanita Tani (KWT) serta 39 Kelompok Pemberdayaan Ikan yang aktif memproduksi berbagai komoditas pangan strategis di wilayah perkotaan.

Sepanjang 2025, gerakan urban farming tersebut menghasilkan 100.920 polybag tanaman cabai, tomat, dan terong, 352.717 ekor ikan nila dan lele, 11.147 polybag tanaman obat keluarga (TOGA), serta 45 ekor hewan ternak kambing dan domba. Produksi ini tidak hanya memperkuat pasokan pangan lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis komunitas.

Di sektor pertanian konvensional, Kota Tangerang tercatat memiliki 11 Kelompok Tani yang mengelola lahan produktif. Tujuh Poktan tanaman pangan mengelola sekitar 98 hektare sawah padi dan selama 2025 mampu memproduksi 846 ton beras, menjadi penopang ketersediaan pangan pokok di tingkat daerah.

- Advertisement -

Sementara itu, empat Poktan hortikultura berhasil memproduksi 4,7 ton cabai besar dan 4,9 ton bawang merah. Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang memastikan Program Gampang Sembako dan penguatan ketahanan pangan akan terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas, berkelanjutan, dan dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. ich

Read more

NEWS