Cilegon, Channelsatu.Com – Pemerintah Kota Cilegon resmi membuka Gedung Perpustakaan Daerah yang dibangun sebagai fasilitas penunjang pendidikan dan pengembangan literasi masyarakat. Kehadiran gedung baru tersebut juga dibarengi pelaksanaan Festival Literasi Kota Cilegon yang digelar selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Mei 2026.
Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, E. Aminudin Aziz, mengatakan pembangunan literasi di daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Menurut dia, peningkatan kualitas literasi masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan perpustakaan, tetapi juga memerlukan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, komunitas, hingga lembaga pendidikan.
Saat ini, Kota Cilegon tercatat memiliki nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tertinggi di Provinsi Banten dengan angka 28,75. Meski demikian, nilai tersebut masih dinilai rendah secara nasional.
“Persoalan yang muncul di dalam pembangunan IPLM adalah rendahnya koordinasi yang dilakukan oleh pemimpin daerah untuk menggerakkan simpul-simpul pergerakan literasi itu sendiri,” ujar Aminudin dalam sambutannya pada Selasa (19/5/2026).
Ia menuturkan perpustakaan saat ini harus memiliki fungsi yang lebih luas dibanding sekadar tempat penyimpanan buku. Lewat program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), perpustakaan didorong menjadi ruang belajar bersama sekaligus pusat aktivitas masyarakat.
Menurut Aminudin, berbagai kegiatan pemberdayaan warga yang dilakukan di perpustakaan juga dapat memberikan dampak terhadap peningkatan indeks literasi apabila tercatat dan dilaporkan dengan baik.
“Ketika mengembangkan produk rumah tangga dilakukan di perpustakaan dan didukung oleh dinas UMKM. Lalu, seluruh kegiatannya tercatat dan terlaporkan dengan baik, maka nilai IPLM akan meningkat dengan sendirinya,” katanya.
Perpusnas sebelumnya juga telah menyalurkan sekitar 58 ribu buku ke 58 titik baca di wilayah Kota Cilegon. Buku-buku tersebut ditempatkan di taman baca desa dan kelurahan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan.
Namun, Aminudin menilai pemanfaatan bantuan tersebut belum seluruhnya terdokumentasi dalam laporan kegiatan literasi daerah. Karena itu, ia meminta seluruh pihak ikut memaksimalkan penggunaan koleksi buku yang tersedia.
“Saya sangat mendorong dan mengajak, mari kita manfaatkan keberadaan buku ini supaya buku tidak hanya menjadi penunggu sepinya perpustakaan, tapi buku betul-betul menjadi teman berpikir, menjadi sumber ilmu pengetahuan baru bagi para pembacanya,” ungkapnya.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyebut gedung perpustakaan baru tersebut menjadi salah satu fasilitas yang telah lama diharapkan masyarakat. Ia optimistis keberadaannya dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Cilegon.
“Kami yakin kehadiran perpustakaan ini sangat dinantikan oleh masyarakat kami, mampu meningkatkan literasi, serta mutu SDM Kota Cilegon,” ujarnya.
Ia juga memastikan pemerintah daerah akan terus memperkuat layanan perpustakaan, termasuk melalui penambahan koleksi buku dan pemanfaatan gedung sebagai ruang publik yang aktif.
“Kami siap mendukung agar perpustakaan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Cilegon. Saya juga berharap agar seluruh jajaran dapat merawat gedung perpustakaan ini agar kondisinya tetap layak dan prima untuk bisa melayani masyarakat Cilegon,” tegasnya.
Gedung Perpustakaan Daerah Kota Cilegon dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Perpustakaan Tahun 2025 dengan anggaran sebesar Rp8,7 miliar. Selain peresmian gedung, festival literasi yang digelar turut menghadirkan berbagai kegiatan seperti bedah buku, pelatihan menulis, pelatihan mendongeng, hingga sosialisasi literasi hukum dan keuangan bagi masyarakat.
