Fariz RM Sampaikan Pesan Haru untuk Anak Saat Sidang Pleidoi, Harap Dapat Rehabilitasi

Share

Jakarta, Channelsatu.com –  Musisi senior Fariz RM kembali menjadi sorotan publik usai menjalani sidang pembacaan pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (11/8/2025). Sidang tersebut menjadi tahap krusial sebelum majelis hakim memutuskan nasibnya terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjeratnya. Jaksa sebelumnya menuntut Fariz dengan hukuman enam tahun penjara, namun pihak kuasa hukum menilai sang musisi lebih layak menjalani rehabilitasi.

Di hadapan awak media usai persidangan, Fariz menyampaikan pesan penuh emosi untuk putranya, Vergio, yang tengah sakit dan bersiap menjalani operasi. Kondisi tersebut membuatnya tak bisa hadir secara langsung mendampingi sang anak di rumah sakit.

“Belum bisa dampingi dia di operasi, jadi saya hanya ingin menyampaikan, Vergio semangat, doa ayah senantiasa mendukung dan menyertai Gio, atau Jack, jangan takut, semangat Jack, ayah doakan dari jauh. Love you Jack, dan Bunda juga dampingi Jack ya supaya bisa sembuh dengan cepat,” ujar Fariz.

- Advertisement -

Meski berada dalam tekanan kasus hukum, Fariz mengaku siap menerima konsekuensi atas perbuatannya. Ia menegaskan bahwa kesalahan yang telah terjadi akan dijadikannya pelajaran berharga untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Saya Fariz RM, saya akan berdiri untuk kesalahan saya, jadi mohon doakan saja semoga yang terbaik ya,” ucapnya singkat.

Ia juga berharap agar majelis hakim mempertimbangkan pleidoi yang diajukan, sehingga ia memiliki kesempatan untuk menjalani rehabilitasi dan memperbaiki diri. “Insyaallah, apapun hasilnya nanti itu sebagai peluang dan kesempatan dari Allah untuk saya merehabilitasi dan memperbaiki diri, ya menjadi manusia yang lebih baik dan lebih sempurna lah Insya Allah, amiinn,” katanya.

Kuasa hukumnya, Deolipa Yumara, mengungkapkan bahwa pembelaan yang disampaikan di persidangan secara tegas meminta pembebasan Fariz dari pasal yang menjeratnya. Menurutnya, tuduhan yang dikenakan bersifat keliru karena kliennya hanya seorang pengguna, bukan pengedar narkoba.

- Advertisement -

“Tadi pleidoi dari pengacara sudah disampaikan secara resmi, yaitu kita menuntut bebas terhadap Fariz RM. Karena pasal-pasal yang dituduhkan adalah pengedar, tapi dia kan hanya pengguna, makanya kita meminta membela dia supaya dia bebas,” jelas Deolipa.

Fariz rm

Namun, apabila pembebasan tidak dikabulkan, pihaknya tetap memohon agar Fariz dijatuhi hukuman rehabilitasi, bukan penjara. Ia menilai langkah tersebut lebih tepat untuk memulihkan kondisi sang musisi. “Kemudian kalau gak bebas, kita memohon majelis supaya menghukum dia dengan cara direhabilitasi,” lanjutnya.

Deolipa menambahkan bahwa Fariz baru sekali menjalani rehabilitasi dari kasus sebelumnya, sehingga masih memenuhi syarat untuk mendapatkan kesempatan rehabilitasi kedua. “Memang dalam ilmu rehabilitasi, ada diberikan kesempatan sampai tiga kali untuk direhab. Ini mudah-mudahan kali kedua dikabulkan oleh hakim sebagai rehabilitasi yang kedua,” ujarnya.

Hakim disebut turut menanyakan riwayat rehabilitasi Fariz secara langsung dalam persidangan. Pertanyaan itu semakin membuka peluang bagi sang musisi untuk mendapatkan program pemulihan. “Hakim menanyakan juga kepada saudara Fariz RM, rehabilitasinya ke berapa tadi? Baru satu kali. Dijelaskan, oh iya baru satu kali. Berarti ada kemungkinan rehabilitasi kedua,” terang Deolipa.

Sidang selanjutnya akan digelar pada Kamis, 14 Agustus 2025, di mana pihak jaksa akan menyampaikan replik atau jawaban tertulis atas pleidoi yang diajukan tim kuasa hukum Fariz. “Karena kami meminta supaya pleidoi kami supaya beliau bebas dari jeratan pasal, akhirnya hakim meminta supaya penuntut umum bagaimana? Mau ada replik enggak? Jawabnya ada replik, artinya jawaban terhadap pleidoi itu di hari Kamis nanti tanggal 14 secara tertulis,” pungkas Deolipa.

Meski tengah menghadapi proses hukum yang panjang, Fariz memastikan semangat bermusiknya tak akan padam. Saat ditanya tentang kemungkinan kembali berkarya, ia menjawab tegas, “Oh iya dong, bermusik sampai mati.”

 

 

Redaksihttps://channelsatu.com/
News and Entertainment

Read more

NEWS