Jumat , 22 Oktober 2021
Home / Showbiz / Sinopsis / Dua Hari Yang Menyenangkan di Pulau Tidung

Dua Hari Yang Menyenangkan di Pulau Tidung

Kepulauan Seribu,channelsatu.com: Jam 6 pagi merupakan waktu wajib kumpul di Pelabuhan Muara Angke- Jakarta  Utara, untuk menyeberang ke Pulau Tidung yang ada di gugusan Kepulauan Seribu.

Harus, karena memang akhir pekan kawasan ini akan macet. Hal ini memang menjadi wajah yang biasa terlihat karena banyak sekali turis yang ingin menikmati indahnya pulau-pulau yang ada di Kepualauan Seribu.

Pulau Tidung merupakan pulau yang paling banyak pengunjungnya dibandingkan pulau-pulau lain. Alasannya, karena memang paket wisata murah banyak ditawarkan untuk pengunjung TIdung.
Selain itu Pulau TIdung juga punya keunikan tersendiri yaitu Jembatan Cinta yang menghubungkan TIdung Besar dan Tidung Kecil.

Sabtu (15 September 2012), saya punya janji dengan komunitas yang kita namakan “Ngebolangs” untuk bersama-sama berlibur ke Pulau Tidung. Ngebolang sendiri merupakan ungkapan yang saat ini sering dipergunakan untuk mereka yang suka berwisata ke lokasi-lokasi wisata dengan menggunakan kendaraan umum.

Ungkapan ini terinspirasi dari salah satu acara di sebuah televisi swasta nasional. Kembali ke janji nan pagi, ternyata memang tidak mudah karena peserta banyak yang membawa anak-anak mereka, Dan juga jalur ke Pelabuhan Muara Angke yang begitu macet.

Setiba di kawasan Pasar Ikan Muara Angke, suasana akan semakin crowded dengan pasar juga banyaknya mobil yang masuk wilayah ini. Untunglah sebelum jam 7 semua peserta sudah berkumpul. Jadi kami siap untuk naik ke kapal ferry (kayu) menuju ke Pulau Tidung.

Kapal bertarif tiga puluh ribu rupiah per orang ini, punya dua lantai untuk penumpangnya. Dan akan mengarungi lautan selama kurang lebih tiga jam untuk sampai ke Pulau TIdung.

Petualanganpun dimulai, di kapal yang akan berayun bersama ombak. Untuk yang belum terbiasa, disarankan untuk meminum obat anti mabuk perjalanan supaya perjalanan lancar. Dan disaran untuk tidur, sekaligus menghemat dan mengumpulkan tenaga untuk aktifitas selama di Pulau.

Jangan lupa juga untuk keamanan, kenakan life jacket yang memang sudah disiapkan.
Jam 10 pagi, kita tiba di Pulau Tidung, lelah perjalanan langsung terbayar dengan jernihnya laut  seputaran Tidung.

Inginnya langsung melompat dan berenang. Rombongan berjumlah 19 orang ini langsung menuju penginapan. Istirahat sejenak, kemudian menikmati santap siang dengan ikan bakar. Senangnya hati ini, tambur diperut yang memang sudah bergema sejak tadi langsung tenang kembali.

Usai Dzuhur, segera kami bersiap untuk snorkeling. Kalau makan siang tadi hidangan pembuka, snorkelinglah menu utamanya.

Berangkatlah kita ke Pulau Karang Beras yang memiliki terumbu karang yang indah dan dipenuhi ikan berwarna warni. Kegiatan snorkeling merupakan kegiatan yang akan mengenalkan alam secara langsung untuk anak-anak. Karena kita juga bisa memberi makan ikan-ikan secara langsung sehingga mereka akan berkumpul dan berenang diantara kita.

Bila anda snorkeling bawalah biskuit atau nasi untuk mengundang  ikan-ikan. Dan jangan lupa siapkan kamera bawah air. Yang akan mengabadikan kegiatan snorkeling anda. Untuk snorkeling cukup dengan kamera berkedalaman tiga meter.

Puas menikmati perairan pulau Karang Beras, ternyata kami kembali dikejutkan saat perjalanan kembali ke Tidung, Karena sekelompok lumba lumba merlompat-lompat tak jauh dari kapal kami.

Hari kedua, harinya bersepeda ria ke wilayah Timur pulau. Dan kita bisa bermain di seputaran Jembatan Cinta. Konon jembatan ini banyak dijadikan tempat deklarasi persaan cinta pasangan yang digambarkan dengan melompat dari atas jembatan sambil berikrar cinta. Romantis ya….?

Untuk menikmati sunrise kita bisa mulai bersepeda jam 5 pagi. Sambil menikmati hawa pagi yang masih segar. Diperjalanan banyak pedagang gorengan yang bisa anda singgahi untuk bekal selama di pantai Timur.

Jembatan Cinta yang memiliki panjang kurang lebih 800 meter ini, akan membawa kita ke Pulau Tidung Kecil. Yang merupakan wilayah berkebunnya penduduk Tidung Besar. Namun sayangnya jembatan ini sudah tidak sebagus dulu.

Jembatan yang dulunya kayu, kini sebagian sudah rusak, dan sebagian berubah jadi jembatan beton. Semoga Pemerintah DKI yang baru bisa singgah dan segera memperbaiki Jembatan Cinta yang memang menjadi landmark Pulau Tidung.

Mengingat Pulau ini punya pengunjung paling banyak diantara pulau pulau lain di Kepulauan Seribu. Bahkan sayapun dua minggu setelah kunjungan ini (29-30 September 2012) kembali Ngebolangs ke Tidung. Mau gabung? (Rully Said). Foto-Foto Ruly dan Anto

About ibra

Check Also

Ketum Pafindo dan Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Kebudayaan, Prof Agus Suradika

Ketum Pafindo Gion Prabowo, “Ini Bukan Pepesan Kosong”

Jakarta, channelsatu.com:”Kantor kita di Jakarta. Cari makan di Jakarta. Rumah kita di Jakarta. Tentu sudah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *