Singapura, Channelsatu.com – Penggunaan kecerdasan buatan generatif atau generative artificial intelligence (Gen AI) terus mengalami pertumbuhan pesat di seluruh dunia. Laporan Digital 2027 yang dirilis We Are Social bersama Meltwater pada 22 Oktober 2026 memperkirakan, sebanyak 3,24 miliar orang kini aktif menggunakan perangkat AI generatif setiap bulan.
Angka tersebut setara dengan 38,9 persen populasi dunia. Dalam kurun 12 bulan terakhir, jumlah pengguna aktif Gen AI meningkat 57,2 persen, dengan penambahan sekitar 1,2 miliar pengguna baru.
Laporan tahunan yang mengulas perkembangan media sosial dan tren digital global itu menunjukkan bahwa AI semakin memengaruhi cara masyarakat mencari informasi, menemukan merek, hingga mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah persaingan platform AI, ChatGPT masih mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar. Berdasarkan laporan tersebut, jumlah pengguna aktif bulanan ChatGPT mencapai dua kali lipat dibandingkan pesaing terdekatnya.
Namun, persaingan di sektor AI generatif semakin ketat. Google Gemini dan Anthropic Claude turut mencatat perkembangan signifikan. Jumlah pengguna aktif aplikasi seluler Gemini bahkan meningkat empat kali lipat dalam setahun terakhir, sedangkan jumlah pengguna web-nya telah mencapai lebih dari 60 persen basis pengguna web ChatGPT.
CEO We Are Social APAC, Suzie Shaw, menilai perkembangan AI telah mengubah cara konsumen menemukan dan mengenal sebuah merek. Meski demikian, media sosial tetap memiliki peran penting dalam membentuk preferensi masyarakat.
“AI mengubah cara orang menemukan merek, tetapi media sosial tetap menjadi pusat tempat orang menghabiskan waktu dan membentuk preferensi,” ujar Suzie Shaw dalam keterangannya.
Menurut dia, percakapan, rekomendasi, dan opini yang dibagikan masyarakat di ruang digital semakin memengaruhi jawaban yang dihasilkan AI serta keputusan yang diambil konsumen.
Kondisi tersebut membuat reputasi merek dan kekuatan komunitas menjadi semakin penting. Perusahaan tidak cukup hanya memastikan produknya muncul dalam jawaban AI, tetapi juga perlu membangun kepercayaan agar masyarakat tertarik membicarakan dan merekomendasikannya.
Suzie menambahkan, pendekatan Generative Engine Optimization (GEO) semakin relevan bagi merek yang ingin memperkuat visibilitasnya dalam ekosistem pencarian berbasis AI. Strategi tersebut perlu didukung reputasi yang kuat serta percakapan positif yang berkembang secara organik di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wakil Presiden Penjualan Enterprise Meltwater untuk kawasan Asia Pasifik, Mimrah Mahmood, mengatakan lonjakan adopsi AI generatif turut mengubah perjalanan konsumen dalam menemukan informasi dan mengevaluasi merek.
Dengan pertumbuhan penggunaan Gen AI yang mendekati 60 persen dalam setahun, perusahaan perlu memahami perubahan perilaku konsumen secara menyeluruh, bukan hanya melalui satu kanal digital.
Mimrah menilai pemasar dan praktisi komunikasi perlu beralih dari pemantauan kanal secara terpisah menuju pemahaman yang lebih luas mengenai jejak merek di media pemberitaan, media sosial, mesin pencari, dan platform berbasis AI.
Laporan Digital 2027 sendiri merupakan kajian komprehensif setebal 900 halaman yang membahas ekosistem digital global dengan dukungan data dari sejumlah sumber, termasuk GWI, Similarweb, dan Statista.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa AI generatif bukan lagi sekadar teknologi baru, melainkan bagian yang semakin penting dalam perubahan perilaku digital. Bagi dunia usaha, tantangan berikutnya adalah memanfaatkan perkembangan tersebut tanpa mengabaikan kepercayaan, reputasi, dan hubungan dengan konsumen. ich
