Credit Bureau Indonesia Perkenalkan Empat Inovasi Credit Intelligence, Perluas Akses Pembiayaan Masyarakat dan UMKM

Share

Jakarta, Channelsatu.com – PT Credit Bureau Indonesia (CBI), biro kredit swasta terbesar di Indonesia, memperkenalkan empat solusi intelijen kredit atau credit intelligence untuk membantu lembaga keuangan meningkatkan akurasi penilaian kredit sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Inovasi tersebut diperkenalkan dalam forum tahunan CBI Connect 2026 yang berlangsung di The St. Regis Jakarta. Mengusung tema “Leading the Next Era of Credit Intelligence”, acara ini mempertemukan lebih dari 150 eksekutif senior dan pemangku kepentingan dari ekosistem jasa keuangan Indonesia untuk membahas tantangan serta peluang pengembangan sistem informasi perkreditan.

CBI menilai penggunaan data pendapatan saja belum cukup untuk menggambarkan kemampuan seseorang dalam memenuhi kewajiban kredit. Dibutuhkan informasi yang lebih komprehensif agar lembaga keuangan dapat menilai kelayakan calon peminjam secara lebih akurat, terutama mereka yang bekerja di sektor informal atau memiliki riwayat kredit terbatas.

- Advertisement -

Tantangan tersebut semakin relevan mengingat 59,42% pekerja di Indonesia berada di sektor informal. Sebagian dari mereka tidak memiliki slip gaji atau dokumen pekerjaan formal yang lazim digunakan dalam proses penilaian kredit konvensional. Akibatnya, calon peminjam yang sebenarnya memiliki kemampuan membayar berpotensi kesulitan memperoleh akses pembiayaan.

Presiden Direktur CBI, Anton K. Adiwibowo, menekankan pentingnya pemanfaatan data yang tepat untuk menjawab kompleksitas kebutuhan pembiayaan masyarakat.

“Berbagai tantangan yang dihadapi lembaga keuangan dalam memperluas inklusi keuangan menunjukkan bahwa penggunaan data yang tepat dari sumber yang eligible dan compliant adalah crucial untuk menilai kelayakan kredit di tengah kompleksitas kebutuhan pembiayaan masyarakat Indonesia,” ujar Anton.

Ia menjelaskan bahwa inovasi credit intelligence CBI dirancang untuk memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai profil calon peminjam. Dengan demikian, lembaga keuangan dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, menjaga kualitas kredit, dan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.

- Advertisement -

Empat solusi yang diperkenalkan CBI meliputi Income Predictor, Enhanced Bureau Alternative Score (EBAS), Skip Tracing, dan Agent Polar. Income Predictor memanfaatkan data dari berbagai sumber untuk memperkirakan pendapatan bulanan calon peminjam, termasuk pekerja sektor informal yang tidak memiliki dokumentasi pendapatan konvensional.

Sementara itu, EBAS menggabungkan informasi biro kredit dengan wawasan perilaku dari aplikasi untuk membantu menilai calon peminjam dengan riwayat kredit terbatas atau *thin-file borrowers*. Solusi ini diharapkan dapat membantu lembaga keuangan mengenali calon debitur potensial tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Adapun Skip Tracing menyediakan informasi kontak dan keterjangkauan debitur yang lebih lengkap dan terkini untuk mendukung proses komunikasi serta penagihan. Di sisi lain, Agent Polar merupakan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang membantu menganalisis dan membandingkan kinerja portofolio kredit dengan tren industri, termasuk melalui laporan analisis dan notifikasi proaktif.

Dari sisi regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut menyoroti pentingnya penguatan ekosistem informasi perkreditan. Direktur Analisis Informasi dan Manajemen Krisis Perbankan OJK, Bayu Husodo, mengapresiasi penyelenggaraan CBI Connect 2026 sebagai forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Menurut Bayu, pengembangan credit intelligence dan pemanfaatan data berkualitas dapat mendukung pengelolaan risiko kredit yang lebih menyeluruh, meningkatkan akurasi penilaian kelayakan kredit, serta membantu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM. Ia juga mengapresiasi inisiatif CBI melalui platform SME Bureau dalam membangun profil UMKM yang terstandardisasi dan transparan.

Melalui berbagai inovasi tersebut, CBI berharap lembaga keuangan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal. Pendekatan berbasis data yang lebih menyeluruh diharapkan turut mendorong inklusi keuangan yang bertanggung jawab, memperkuat pembiayaan UMKM, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. ich

Read more

NEWS